Riset temukan kuburan massal katak purba yang mati akibat kebanyakan kawin

Katak adalah salah satu hewan yang hidup berdampingan dengan dinosaurus. Sungguh luar biasa membayangkan makhluk kecil ini mampu bertahan dari kepunahan dinosaurus.

Adanya kasus kematian massal katak purba di sebuah kawasan lembah Geisel (Geiseltal) di Jerman tengah telah lama menjadi misteri. Ratusan fosil katak ditemukan di kuburan massal di Geiseltal berusia 45 juta tahun. Daerah ini merupakan kawasan rawa yang berada di dekat pantai.

Alasan keberadaan ratusan katak purba di sana dan juga sebab kematiannya membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Namun, studi saya bersama tim menemukan penjelasannya: mereka mati karena kelelahan saat kawin.

Kami juga membuktikan bahwa perilaku kawin katak dan kodok modern sudah bertahan setidaknya sejak 45 juta tahun lalu. Pasalnya, fosil katak yang ditemukan di situs kuburan massal lainnya memiliki kesamaan fitur pada kerangkanya dengan spesimen di Geiseltal.

Temuan-temuan kami

Tim kami, yang terdiri dari peneliti Irlandia dan Jerman, mempelajari fosil kerangka katak. Sebagai ahli paleontologi (ilmu tentang kehidupan purbakala), kami mengambil foto, membuat gambar, dan menganalisis fosil. Kami memeriksa berapa banyak tulang yang masih terpasang, serta tulang maupun sendi mana yang masih menempel.

Data-data tersebut memungkinkan kami untuk mengungkapkan apa yang terjadi pada kerangka katak sekaligus menafsirkan alasan kematian mereka. Riset kami juga menemukan banyaknya kerangka dalam satu lapisan sedimen. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar fosil katak mati dalam peristiwa kematian massal (peristiwa berulang saat ratusan katak mati dalam waktu singkat).

Ilmuwan lain mengira katak dan kodok Geiseltal mati ketika danau mengering dan kadar oksigen menurun dengan cepat. Namun, studi kami menunjukkan hal ini tidak mungkin. Sebab, amat mudah bagi katak untuk mencapai permukaan air.

Kami juga menemukan bukti bangkai katak yang mengapung di air selama beberapa waktu sebelum tenggelam ke dasar danau. Jadi danau tidak mengering.