Risiko Cedera Hantui Pemain di Piala Menpora

Luzman Rifqi Karami, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Risiko cedera menghantui para pemain yang berlaga di turnamen Piala Menpora 2021. Penyebabnya, waktu persiapan menghadapi turnamen tersebut terbilang mepet.

Pemain hanya memiliki waktu persiapan kurang dari satu bulan. Ditambah, kondisi kebugaran tidak berada di level terbaik setelah lama tidak melakoni pertandingan.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mengaku sudah mewanti-wanti pemain agar berhati-hati dalam pertandingan. Sebab, turnamen ini merupakan ajang pramusim jelang kompetisi Liga 1.

"Kan sekarang masih masa pandemi, kita bilang ke para pemain bahwa kita tetap hati-hati, protokol kesehatan. Kalau soal pertandingan tetap maksimal, karena saya yakin pemain kita bukan pemain kacangan, kita akan main semaksimal mungkin," ujar Akhmad kepada wartawan.

"Kalau soal cedera atau apapun saya yakin pemain sudah mandiri, mungkin memang belum maksimal seperti kompetisi,"tambahnya.

Akhmad menekankan, gelaran Piala Menpora sebagai bahan uji coba untuk kompetisi Liga 1 2021. Jika sukses digelar, kemungkinan izin keramaian Liga 1 bisa diterbitkan pihak kepolisian.

"Yang utama adalah Liga 1 sendiri setelah Lebaran. Ini adalah ajang persiapan pemain yang memperbaiki fitnesnya, ajang klub untuk memilih pemain terbaiknya," kata Akhmad.

Turnamen Piala Menpora bakal bergulir pada 21 Maret hingga 25 April 2021 nanti. Turnamen ini diikuti 18 klub Liga 1 dan berlangsung di empat daerah.

Keempat daerah tersebut adalah Bandung, Sleman, Malang, dan Solo. Klub tuan rumah dipastikan tidak bertanding di kandang sendiri.

Aturan ini diterapkan untuk menghindari kehadiran suporter datang ke stadion. Mengingat, seluruh pertandingan di Piala Menpora digelar tanpa penonton.