Risiko keamanan tersembunyi yang ditimbulkan oleh teknologi mutakhir

Setiap kali Aple, Samsung, atau Google mengumumkan kamera baru pada masing-masing telepon mereka, setiap orang mengangguk. Telepon yang lebih baik akan luar biasa! Setiap orang menyukai gambar yang renyah dan berkualitas tinggi yang mudah diambil dalam segala kondisi cahaya.

Itu terjadi buat banyak teknologi buat lebih dari sekedar kamera telepon. Sebagai alat pribadi, jaringan dan kecepatan telah meningkat, setiap orang dilengkapi dengan teknologi kelas James Bond seperti akses satelit, kecepatan yang luar biasa, dan lain-lain.

Tapi inovasi tersebut ada sisi lain yang tidak nyaman --terutama, resiko keamanan. Bulan ini, seorang lelaki ditangkap di Tokyo karena menguntit dan melukai perempuan idola pop Hibiki Sato, dengan menggunakan teknologi untuk menemukan dia.

Menurut AP, media Jepang mengatakan pria itu telah menemukan lokasi Sato dengan menggunakan perincian dalam foto diri yang dilakukan perempuan idol tersebut, terutama cerminan pada kelopak mata yang memperlihatkan gambarnya dibagi di media sosial.

Kebanyakan orang tampaknya menyadari bahwa jika kamu memakai kaca mata hitam di dalam foto, benda itu muncul memperlihatkan pantulan dengan perincian penting --kamu mungkin bisa melihat, misalnya, teman-teman kamu berdiri seberang dari Taco Bell ketika ia mengambil gambar diri. Tapi cerita itu menyoroti kenyataan bahwa sebagian telepon berkamera telah sangat bagus sehingga gambar dengan mata dapat berisi perincian dalam pantulannya.

Perincian kamera pada telepon telah sangat bagus. Telepon genggam iPhone 4S memiliki kamera belakang 8-megapiksel dan kamera depan 0,3MP. Saat ini, kamera depan dan belakang iPhone 11 Pro berkapasitas 12MP --kualitas yang jauh lebih tinggi per megapiksel. Bebeapa tahun lalu, Instagram cuma memiliki 612 piksel. Lalu menjadi 640. Sekarang Instagram memiliki 1.080 piksel. Gambar Twitter tidak perlu besar, tapi video dapat menangani 60 frame per detik dan 720 piksel. Semua itu berarti gambar pada hari ini memiliki resolusi yang lebih besar, lebih tinggi dan jauh lebih terperinci. (Gambar yang viral ini memperlihatkan seberapa terperincinya, kendati itu bukan dari satelit, sebagaimana dilaporkan.)

Tambahkan perincian visual tersebut pada foto dan video buat bank data yang tersedia luas buat publik seperti Google Street Vied dan Google Earth, dan setiap orang pada dasarnya memiliki akses ke teknologi mirip mata-mata. Ini lah bagaimana si penguntit bisa menemukan Sato, kata beberapa laporan.

Buat seseorang yang memiliki waktu dan kreativitas, pengidentifikasian satu lokasi bahkan dari video dua-detik mungkin dilakukan pada hari ini. Di Twitter, ada akun yang didedikasikan untuk memperkirakan di mana satu foto diambil. Secara sekilah, foto dan video menawarkan sedikit petunjuk. Buat sebagian orang, itu adalah tindakan pencarian jejak yang menyenangkan. Tapi itu juga adalah pengingat bahwa banyak perincian lain daripada yang mungkin kamu fikirkan tersembunyi di dalam piksel --sekalipun tanpa hal-hal seperti metadata, yang mungkin menawarkan koordinat GPS sesungguhnya, tanggal, waktu, dan informasi lain. (Ini adalah unggahan Medium yang menarik yang memperlihatkan kamu mungkin memikirkannya.)

Masalah baru keamanan terus bermunculan

Masalah keamanan yang tidak diperkirakan terus bermunculan. Ambillah kedatangan sensor sidik jari yang mengganti passcode telepon buat kebanyakan orang untuk membuka kunci telepon mereka. Meskipun seseorang mungkin tak bisa memperoleh password dari seseorang yang dipaksa, mereka barangkali daapt memperoleh jari pada pembaca sidik jari yang membuka kunci satu telepon. Menurut laporan Forbes pada 2018, polisi telah menggunakan jari orang yang sudah meninggal untuk membuka kunci telepon.

Pada nota serupa, ketika Google mengeluarkan perangkat baru pengenalan wajah, itu bekerja ketika mata seseorang ditutup, yang berarti bahwa seseorang dapat membuka kunci telepon orang yang sedang tidur tanpa menyentuh mereka. (Google memperbaiki masalah ini.)

Menambahkan media sosial pada campuran itu --dan tempat penyimpanan data pribadinya-- adalah aspek lain yang jarang mendapat pertimbangan kedua dari pengguna. Tapi unggahan tanda pagar dan "geotagging" di Instagram, misalnya, dapat mengungkap identitas dan lokasi orang. (Geotagging adalah suatu proses yang memberikan suatu identitas metadata terhadap media video, gambar atau foto maupun website dimana akan disisipkan suatu koordinat suatu tempat secara detail.)

Satu penyelidikan Buzzfeed memperlihatkan bahwa penggunaan kamera pengawas yang tersedia buat umum --webcam publik ada di seluruh dunia; alat tersebut digunakan di Times Square di New York-- wartawan bisa menemukan identitas dan nama sesungguhnya banyak orang.

Masalah keamanan biasanya diperbaiki pada akhirnya oleh perusahaan ketika mereka dapat, tapi seringkali perlu waktu lama setelah dioperasikan. Misalnya, Facebooj belum lama ini mengganti Graph Searchnya, yang kuat, yang memungkinkan pengguna menemukan orang dengan mudah dengan menggunakan bahasa biasa ("orang yang pergi ke sekolah X dan bekerja di perusahaan Y", misalnya). Dalam banyak kasus, pengguna barangkali tidak tahu bahwa informasi itu membuat mereka secara terbuka bisa diidentifikasi dan dilihat.

Tak mungkin untuk sepenuhnya menghentikan teknologi, sementara orang-orang di sekeliling kamu akan menggunakannya, tapi layak diingat apa yang mungkin dan memikirkan secara kreatif mengenai untuk tidak sekedar membalik teknologi.

Untuk saat ini, masalah kualitas kamera telepon hanya akan makin kuat. Walaupun saat ini tidak jelas apakah kekhawatiran itu masuk akal, media Jepang telah menyatakan bahwa orang tak perlu membuat "tanda-V" (tanda perdamaian) dengan tangan mereka, sebab itu membuat mereka menghadapi resiko sidik jari mereka dicuri.

Pada 2017, Snopes menetapkan klaim tersebut "tidak terbukti", sementara banyak artikel yang merujuk kepada keprihatinan itu tidak menyebut-nyebut peretas bisa melakukan tindakan itu. Tapi satu hal yang pasti ialah: jika seorang aktor buruk dapat memikirkan di mana seseorang melalui pantulan retina mereka, itu bukan berada di luar kenyataan.