Risma Blusukan di Jakarta, Kemensos Tampik Adanya Manuver Politik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menjawab alasan mengapa Menteri Tri Rismaharini atau Risma blusukan di DKI Jakarta. Menurut Kepala Bagian Pemberitaan Publikasi Kemensos Herman Koswara, Jakarta menjadi titik blusukan karena dekat dengan kantor Risma bekerja dan bisa dilakukan tanpa mengganggu pekerjaan utamanya.

"Iya kenapa DKI? kan bisa disela beliau berangkat atau pulang kantor, jadi tidak mengganggu aktivitas beliau sehari yang prioritas," kata Herman saat dihubungi, Kamis (7/1/2021).

Herman pun menampik, tindakan Risma sebagai manuver politik. Dia menegaskan, hal itu tidak benar karena Risma tengah menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang menteri sosial.

"Kemensos tidak memandang ada unsur itu, ini tugas pokok dan fungsi karena peran Kemensos adalah untuk membantu para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, walau implementasinya tentu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten kota," jelas Herman.

Terkait apakah Risma akan melakukan hal yang sama di provinsi lain, Herman belum dapat memastikan. Sebab, apa yang dilakukan Risma pasca menjadi menteri sedang memprioritaskan hal yang lebih mendesak seperti distribusi bantuan sosial untuk membantu masyarakat di tengah pandemi.

"Kita belum bisa menyampaikan karena belum disampaikan juga dari ibu, ibu masih mengerjakan yang prioritas utama dulu," tandas Herman.

Risma Blusukan

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma menyapa tunawisma di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, sebelum bekerja. (dok Humas Kementerian Sosial)
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma menyapa tunawisma di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, sebelum bekerja. (dok Humas Kementerian Sosial)

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma menampilkan kebiasaan baru usai dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni blusukan menyapa tunawisma sebelum memulai kerjanya. Pada hari kerja pertama 2021, 4 Januari kemarin, ada tiga tunawisma ditemui Risma.

Mereka ditemukan menggelandang di trotoar Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Persis di sisi kanan Plaza UOB, dengan berjalan kaki, Risma menyapa dan berdialog menanyakan asal daerah tunawisma yang ditemuinya tersebut.

"Tinggal di mana? Mau ikut saya?" tanya Risma sambil menawarkan bantuan kesejahteraan sosial dan pembinaan.

"Tidak punya rumah," jawab tunawisma pertama yang bernama Fitri.

Fitri tak menyambut terbuka ajakan Risma. Kendati respons berbeda diterima Risma saat bertemu Faisal dan Kustubi. Mereka disambangi Risma di dua titik berbeda, tetapi masih di kawasan Jakarta Pusat.

Mereka mengiyakan tawaran Risma. Keduanya bersedia dibawa ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat.

Mereka akan diperiksa kesehatan sesuai protokol pandemi Covid-19. Selanjutnya, mereka akan mendapat penanganan sementara sebelum kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Saksikan video pilihan di bawah ini: