Risma Jadi Mensos, Wisnu Sakti Otomatis Jadi Plt Wali Kota Surabaya

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo mengangkat Tri Rismaharini alias Risma menjadi Menteri Sosial, menggantikan Juliari P Batubara yang terseret kasus suap bansos di Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena jadi menteri, secara otomatis Risma harus meninggalkan jabatan yang sebelumnya ia duduki, Wali Kota Surabaya.

Karena ditinggal Risma, secara otomatis pula wakilnya, Wisnu Sakti Buana, bakal menempati posisi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya. Posisi itu akan ditempati Whisnu dalam waktu yang cukup singkat. Sebab, Pemilihan Kepala Daerah Surabaya sudah selesai. Artinya, masa jabatan Risma-Whisnu tak lama lagi akan berakhir.

Untuk menunjuk Wisnu sebagai Plt Wali Kota Surabaya, diperlukan surat pengunduran diri terlebih dahulu dari Risma. "Sekarang kita masih menunggu surat pengunduran diri tersebut. Baru nanti Gubernur akan menujuk Plt,” kata Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Jempin Marbun, kepada wartawan pada Selasa, 22 Desember 2020.

Baca: Tri Rismaharini, Sang Wali Kota Surabaya Kini Jadi Menteri Sosial

Jempin mengatakan, setelah menunjuk Plt Wali Kota Surabaya, proses selanjutnya ialah rapat paripurna oleh DPRD Kota Surabaya perihal pemberhentian Risma sebagai Wali Kota Surabaya. Keputusan itu kemudian dijadikan dasar oleh Gubernur Jatim untuk diajukan kepada Menteri Dalam Negeri. Habis itu baru Whisnu ditetapkan menjadi Wali Kota Surabaya definitif.

“Keputusan tersebut nanti akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ibu Gubernur untuk pemberhentian Bu Risma, setelah berhenti secara formal baru (Whisnu Sakti Buana) diangkat sebagai wali kota,” kata Jempin.

Jokowi mengangkat enam nama baru untuk menempati posisi sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju. Mereka yang diangkat menjadi menteri ialah Tri Rismaharini yang diangkat menjadi Mensos menggantikan Juliari P Batubara.

Kemudian Sandiaga Uno menempati posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio; Wahyu Sakti Trenggono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang tertangkap tangan KPK atas dugaan kasus suap izin ekspor benih lobster.

Yaqut Cholil Qoumas menjadi Menteri Agama, menggantikan Fachrul Razi; Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan; dan Muhammad Lutfi menjabat Menteri Pedagangan menggantikan Agus Suparmanto. Pelantikan menteri baru itu dijadwalkan digelar pada Rabu, 23 Desember 2020. (ase)