Risma Janji Bansos Disalurkan hingga Daerah Terpencil pada Akhir Maret

Mohammad Arief Hidayat, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah mempercepat penyaluran sejumlah bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak pandemi COVID-19. Melalui Kementerian Sosial, pemerintah daerah diminta melengkapi data penerima manfaat. Dana bantuan itu, di antaranya Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma menargetkan seluruh bansos untuk Maret dicairkan pada minggu keempat. “Demikian pula target untuk April kami akan serahkan pada Maret juga sehingga masyarakat bisa melakukan pembelanjaan sesegera mungkin," katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021.

Waktu distribusi bansos pada minggu keempat juga akan berbarengan dengan pencairan bantuan sosial untuk bulan mendatang. Kementerian beberapa bulan lalu telah mengevaluasi perbaikan data maupun dari segi distribusi melalui PT Pos Indonesia.

“Ini belum sesuai karena ada beberapa daerah yang belum 100 persen memadankan data dengan data kependudukan; ada kurang lebih yang kita harus jemput perbaikan datanya. Jadi, kami menurunkan staf, kerja sama dengan daerah, untuk mempercepat [pemutakhiran data] di 514 kabupaten/kota," ujarnya.

“Kami kerja sama dengan Dirjen Dukcapil, terutama pada suku-suku terpencil di kawasan Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Kita harus melakukan ini karena data yang kita keluarkan harus benar-benar betul.”

Risma juga menekankan, khusus untuk daerah-daerah terpencil, Kementerian paralel melakukan pencocokan data. Bahkan, kementerian proaktif mendatangi langsung wilayah terpencil, bahkan bekerja sama dengan dengan perguruan tinggi, seperti Universitas Cendrawasih di Jayapura, Papua, untuk verifikasi data.