Risma Mengaku Sempat Ditekan saat Bersihkan 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku mendapat tekanan saat membersihkan 21 juta data ganda penerima bantuan sosial. Risma mengaku telah melapor kepada Presiden Joko Widodo.

"Ya memang ada (tekanan) dan saya sudah lapor ke bapak presiden," ujar Risma di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2021).

Namun, Risma tidak mau mengungkap siapa pihak yang menekannya.

"Saya ga bisa ngomong detail. Mohon maaf sekali," katanya.

Pernyataan itu sebelumnya juga disampaikan Risma saat rapat dengan Komisi VIII DPR RI. Risma saat itu tengah dicecar terkait data ganda.

"Saya mungkin bisa jelaskan pak. Terus terang pak data ini banyak sekali tekanan, saya harus jelaskan. Saya harus jelaskan, pak," kata Risma.

Siapa yang Tekan Risma?

"Jadi kenapa kemudian saya keluarkan ini, sebetulnya bukan, bukan, insyaallah tidak ada, yang data salur tetep kami amankan salur, pak. Tapi bahwa data double atau ganda yang dia, dia memang ganda jelas itu datanya itu yang kita hapus tapi induknya," ucapnya.

Saat ditanya Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Risma juga tidak mau menyampaikan kepada anggota dewan siapa pihak yang menekannya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel