Ritu Phogat dan Stamp Fairtex siap berebut puncak World Grand Prix

·Bacaan 2 menit

Dua petarung bintang wanita ONE Championship divisi atomweight, Ritu Phogat dari India dan Stamp Fairtex dari Thailand, bersiap adu kuat dalam final Atomweight World Grand Prix putri yang ditunggu-tunggu penggemarnya.

Data resmi dari ONE Championship, Rabu, menyebutkan laga bertajuk ONE: WINTER WARRIORS itu akan disiarkan secara langsung dari Singapore Indoor Stadium, Singapura, 3 Desember mendatang.

Kejuaraan Grand Prix ini pada awalnya diikuti delapan petarung putri atomweight dari beberapa negara lintas benua dan saat ini menyisakan dua petarung yang mengincar posisi terbaik.

Stamp Fairtex dan Ritu Phogat pun mulai menebar ancaman.

“Saya merasa sangat luar biasa saat sekarang dan semakin dekat dengan tujuan saya. Tentunya sangat menantang sekali buat saya dalam laga melawan Stamp," kata Ritu dalam keterangan resminya.

"Saya sudah memiliki rencana yang matang menghadapi Stamp dan saya akan buktikan kepada seluruh orang kalau saya layak masuk ke final dan yang terbaik di kelas atomweight. Saya akan lakukan apa saja untuk menaklukkan Stamp Fairtex."

Sebagai pegulat terbaik dalam kelasnya, Ritu Phogat menyatakan sangat percaya diri memenangkan laga melawan Stamp yang merupakan petarung striker paling bertbahaya dalam kelasnya dan bahkan menyebut calon lawan itu sebenarnya takut kepada dia.

Baca juga: Stamp Fairtex dan Ritu Phogat berebut gelar juara ONE World Grand Prix

"Saya bahkan lebih berbahaya lagi sekarang dan saya akan mengeluarkan semua kemampuan saya pada laga-laga saya berikutnya.” kata Ritu.

Stamp Fairtex sendiri memilih sedikit lunak menjelang laga melawan Ritu.

"Setelah melihat laganya, Ritu merupakan lawan yang hebat. Saya akan melakukan yang terbaik dan mempersiapkan segalanya dengan lebih matang lagi untuk melawan dia karena Ritu sangat bagus dalam permainan bawah dan gulat," kata Stamp.

Petarung putri andalan Thailand itu sangat memahami tantangan laga ini dan tidak meremehkan Ritu.

"Ssaya akan bertarung dengan menjaga jarak melawan dia, saya akan meluncurkan pukulan-pukulan mematikan dengan sekali-sekali melontarkan tendangan dengan lutut dan kaki, dengan begitu saya akan memiliki kesempatan untuk menang melawan dia,” lanjut Stamp.

"Saya pasti akan berlatih lebih keras lagi di sisa waktu sebelum laga final nanti."

Pemenang final ini akan menghadapi juara bertahan kelas atomweight Angela Lee dari Singapura untuk merebut sabuk juara dunia ONE Women’s Atomweight tahun depan.

Baca juga: Priscilla prediksi Stamp Fairtex bikin kejutan di ONE Championship

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel