Ritual Menarik Timnas Indonesia di Piala AFF 2020: Mulai dari Cium Tangan Pelatih hingga Bersihkan Ruang Ganti

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia segera menghadapi leg kedua final Piala AFF 2020 kontra Thailand, Sabtu (1/1/2021) malam WIB. Pertandingan ini bakal menjadi laga penentu tim yang berhak berdiri di podium juara dan mengangkat trofi Piala AFF.

Sebelumnya, anak asuh Shin Tae-yong takluk 0–4 dari Tim Gajah Perang di leg pertama yang berlangsung Rabu (29/12/2021). Hasil ini membuat Asnawi Mangkualam dan kolega harus memikul tugas berat di leg penentu.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong tak menampik situasi sulit yang tengah dihadapi pasukan Merah Putih. Meski demikian, ia berharap penggawa Timnas Indonesia tetap bermain dengan kepala tegak di laga selanjutnya.

"Saya mengakui kekalahan ini dan saya tahu hampir mustahil untuk kembali dan mengalahkan Thailand di leg kedua, terutama jika kami bermain seperti babak kedua (leg pertama). Namun, bola itu bundar. Kami tak akan menyerah dan akan terus berusaha," ujarnya.

Keberhasilan Skuad Garuda menembus babak final menjadi hal yang patut diapresiasi. Pasalnya, Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 diketahui bermaterikan sejumlah pemain muda. Kalah pengalaman dan jam terbang, Asnawi dkk telah membuktikan kualitasnya untuk melaju ke partai puncak.

Tak hanya dari segi performa, Timnas Indonesia di Piala AFF edisi ini juga memiliki cerita menarik di balik layar. Sejumlah pemain diketahui memiliki ritual khusus sebelum bertanding di turnamen sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara tersebut. Simak ritual-ritual menarik di Piala AFF 2020 ala Skuad Garuda pada halaman selanjutnya!

1. Cium Tangan Pelatih

Pemain Indonesia Alfeandra Dewangga Santosa (tengah) berebut bola dengan pemain Singapura Ikhsan Fandi (kanan) pada pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021). Pertandingan berakhir imbang 1-1. (Roslan RAHMAN/AFP)
Pemain Indonesia Alfeandra Dewangga Santosa (tengah) berebut bola dengan pemain Singapura Ikhsan Fandi (kanan) pada pertandingan leg pertama semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Rabu (22/12/2021). Pertandingan berakhir imbang 1-1. (Roslan RAHMAN/AFP)

Aksi mencium tangan pelatih jadi salah satu “ritual” pemain Timnas Indonesia yang banyak disorot oleh media. Momen ini bahkan menyulut raasa kagum komentator asing yang memandu jalannya pertandingan di Piala AFF 2020.

Aksi cium tangan sempat dilakukan oleh wonderkid Timnas Indonesia Alfeandra Dewangga di laga leg kedua semifinal Piala AFF 2020 kontra Singapura pada Sabtu (25/12/2021).

Dewa yang ditarik keluar pada menit ke-107 segera bersujud di pinggir lapangan dan mencium tangan pelatih Shin Tae-yong. Ia selanjutnya digantikan oleh gelandang Bali United I Kadek Agung Widnyana.

Aksi serupa juga dilakukan oleh Irfan Jaya kepada pelatih Singapura Tatsuma Yoshida usai wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan

2. Minta Doa Restu Keluarga

Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kiri) berselebrasi dengan rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Singapura pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021). Indonesia akan bertemu antara Thailand dan Vietnam di babak final. (AFP/Roslan Rahman)
Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan (kiri) berselebrasi dengan rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Singapura pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 di National Stadium, Sabtu (25/12/2021). Indonesia akan bertemu antara Thailand dan Vietnam di babak final. (AFP/Roslan Rahman)

Ritual ini jadi hal yang paling banyak dilakukan oleh anak-anak asuh Shin Tae-yong, tak terkecuali Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga. Dikutip dari Liputan6.com, Arhan selalu menyempatkan diri untuk menghubungi ibunya demi meminta doa restu.

“Setiap hari, dia (Arhan) melakukan panggilan video. Selain menyampaikan kabar, dia juga memohon restu kepada ibu dan seluruh keluarganya,” ujar ibunda Pratama Arhan, Surati Inawati Ragil, dalam sesi wawancara dengan CNN Indonesia TV, dilansir dari Liputan6.com.

Dewa, yang menjadi salah satu pemain andalan Shin Tae-yong di Piala AFF 2020, juga kerap melakukan ritual serupa. Pemain berusia 20 tahun ini selalu mengabari dan meminta doa dari anggota keluarga sebelum bertanding.

3. Zikir Jelang Laga

Keceriaan Asnawi Mangkualam (kiri) bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman usai memastikan lolos ke final Piala AFF 2020 (AP/Suhaimi Abdullah)
Keceriaan Asnawi Mangkualam (kiri) bersama Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman usai memastikan lolos ke final Piala AFF 2020 (AP/Suhaimi Abdullah)

Selain meminta restu dari orang-orang terdekat, penggawa Timnas Indonesia juga rupanya tak lupa memanjatkan doa jelang menghadapi laga di Piala AFF 2020.

Aksi ini sempat dilakukan oleh Asnawi Mangkualam, hingga viral di media sosial usai Skuad Garuda menggasak Malaysia dengan 4–1 di matchday terakhir fase penyisihan grup pada Minggu (19/12/2021) lalu.

Dalam cuplikan video yang diunggah oleh akun Instagram @garudarevolution.ina, pemain berusia 22 tahun ini nampak memimpin skuadnya keluar lorong pemain sambil melakukan gestur layaknya tengah berzikir.

4. Membersihkan Ruang Ganti

Aksi Terpuji Timnas Indonesia yang membersihkan ruang ganti usai laga di Piala AFF 2020. (Sumber: Twitter/@ferrildennys)
Aksi Terpuji Timnas Indonesia yang membersihkan ruang ganti usai laga di Piala AFF 2020. (Sumber: Twitter/@ferrildennys)

Selain tampil mengesankan di lapangan, anak-anak asuh Shin Tae-yong juga menunjukkan sikap terpuji di balik layar dengan membersihkan ruang ganti stadion pertandingan. Ritual tersebut sukses mengundang pujian dan respons positif dari warganet.

Dikutip dari Liputan6.com, aksi membersihkan ruang ganti tak sekali dua kali dilakukan Skuad Garuda. Hal ini kabarnya menjadi ritual sejak laga pertama fase penyisihan grup Piala AFF 2020. Warganet pun berharap tindakan Timnas Indonesia dapat dilanjutkan di turnamen lainnya.

Penulis: Melinda Indrasari

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel