Ritual Saat Imlek, Fakta Seputar Pemberian Angpao

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 3 menit

VIVA – Perayaan Imlek tahun ini akan dirayakan pada Jumat 12 Februari 2021. Dalam perayaan Imlek terdapat sejumlah tradisi, salah satunya adalah pemberian angpao atau ang bao.

Selama berabad-abad, orang Cina telah mewariskan tradisi pemberian ang bao ini kepada keturunannya. Menjelang Tahun Baru Imlek, berikut beberapa fakta menarik untuk diketahui tentang ang bao seperti dikutip dari laman POSB.

Asal usul pemberian Ang Bao

Ada beberapa cerita rakyat tentang asal mula pemberian ang bao. Salah satu legenda mengatakan bahwa dulu ada setan bernama 'Sui' yang meneror anak-anak kecil. Untuk membantu pasangan lansia menyelamatkan anak mereka dari iblis, Delapan Dewa, kelompok langit legendaris dalam mitologi Tiongkok, mengubah diri mereka menjadi koin dan menghasilkan cahaya yang menyilaukan, mengusirnya.

Praktik tersebut kemudian diikuti pada malam Tahun Baru Imlek, di mana koin yang dibungkus dengan kertas merah akan ditempatkan di bawah bantal anak untuk mengusir setan. Begitulah istilah 'ya sui qian', yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "uang penekan setan", muncul.

Makna pemberian ang bao

Pemberian ang bao, merupakan norma yang diterima secara sosial di sejumlah negara bahwa orang dewasa yang sudah menikah diharapkan memberikan ang baos kepada kerabat mereka yang belum menikah. Isyarat ini berfungsi sebagai wujud pemberian berkah dan harapan baik kepada generasi muda agar mereka bisa mengawali tahun yang baru dengan penuh keberuntungan.

Seiring waktu, budaya memberi ang bao juga berkembang menjadi cara untuk mengekspresikan diri sebagai anak yang berbakti. Misalnya, ang bao diberikan kepada orang tua dan kakek nenek untuk menunjukkan cinta dan penghargaan Anda kepada orang tua karena telah membesarkan Anda.

Seni memberi ang bao

Meskipun ang bao dimaksudkan untuk diberikan sebagai tanda harapan baik, sebenarnya ada banyak seluk-beluk yang terlibat dalam ritual tersebut. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh pentingnya nilai "wajah" di antara orang Tionghoa yang mempersulit seluruh seni pemberian ang bao.

Jika kebetulan Anda memberi ang bao yang nilainya lebih kecil daripada yang diberikan oleh kerabat generasi yang sama (tong bei), Anda akan “kehilangan muka”.

Lalu berapa jumlah yang tepat? Meskipun mempertahankan nilai nominal itu baik dan bagus, pada akhirnya, pemberian ang bao harus dilakukan sesuai kemampuan finansial Anda sendiri. Pastikan Anda tidak 'memberi terlalu banyak' jumlah yang melebihi kemampuan Anda.

Menjadikan ang bao anda seuntung mungkin

Tahun Baru Imlek praktis adalah hari terpenting dalam budaya Tionghoa. Jadi, berikut tip berguna untuk membantu Anda menciptakan banyak keberuntungan selama perayaan meriah ini. Persiapkan nilai ang bao dalam angka genap, karena pepatah Cina mengatakan bahwa hal-hal baik datang berpasangan.

Angka 8 memiliki pelafalan yang mirip dengan 'fa', atau 'Huat' dalam dialek Cina, yang menunjukkan gagasan berkembang. Jadi, jika Anda ingin agar penerima ang bao Anda semakin makmur, Anda dapat memberikan pecahan yang diakhiri dengan angka 8.

Aturan tak terucapkan dalam menerima ang bao

Banyak yang telah dibicarakan tentang seni memberi ang bao. Tapi, bagaimana dengan seni menerima ang bao? Meskipun tidak banyak hal yang perlu diperhatikan, ada satu aturan khusus yang tidak terucapkan yang perlu diterapkan dengan rajin yakni JANGAN membuka ang bao di depan orang lain.

Mengecek isi ang bao bukan hanya canggung bagi pemberi, tapi juga tidak sopan. Bagaimanapun, itu mungkin menciptakan kesan bahwa Anda ingin menghitung jumlahnya daripada benar-benar menerima berkat. Pada akhirnya, pikiranlah yang terpenting. Bahkan ang bao dalam jumlah kecil juga bisa datang dengan berkah yang besar, bukankah Anda setuju?

Catatan ang bao

Saat orang Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek, sejumlah tradisi lama terus dipegang untuk memulai tahun baru Imlek dengan banyak hal baru, seperti pakaian baru, sepatu baru termasuk dengan catatan baru.

Aturan umumnya adalah ang bao tidak boleh dikemas dengan catatan yang kusut, kotor atau terlihat tua. Ada kesalahpahaman bahwa uang kertas harus dicetak baru, padahal sebenarnya tidak demikian. Selama note tersebut terlihat segar dan bagus seperti baru, itu akan memiliki tujuan yang sama.

7. Memberi Ang Bao Adalah Tentang Hubungan Manusia-Ke-Manusia

Sejak zaman mitologi 'Sui' sampai saat ini, tradisi ang bao adalah tentang memberi berkah dalam paket kecil berwarna merah. Hakikat sebenarnya dari pemberian ang bao sendiri tentang kekeluargaan yang mengikat kita semua, dan ikatan yang kita pegang erat di hati kita.