Rivalitas Satu Tim Jadi Kunci Sukses Suzuki

Muhamad Fadli
·Bacaan 2 menit

Mir telah mengamankan gelar juara dunia di MotoGP Valencia, sekaligus titel tim. Tapi ia memiliki satu tugas lagi untuk membawa Suzuki meraih gelar konstruktor demi mencapai Triple Crown.

Hingga balapan terakhir di Valencia, Mir dan Rins sebenarnya masih memperjuangkan gelar juara dunia. Keduanya hanya berjarak 37 poin di awal lomba, tapi sayangnya Rins gagal naik podium sehingga membuka jalan bagi rekan setim ke tampuk juara dunia.

Rider 23 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya menikmati persaingan internal, asalkan tetap memprioritaskan tim.

Sejauh ini, Rins telah mendapatkan empat podium, termasuk kemenangan di Aragon. Jika tidak mengalami cedera, ia bisa saja menjadi juara dunia MotoGP 2020.

“Tentu saja Alex membantu saya meraih gelar. Dia bagian dari tim. Termasuk Sylvain Guintoli, Andrea Iannone ketika menjadi bagian dari tim dia memberikan informasi bagus,” kata Mir kepada Motorsport.com.

“Begitu juga dengan dua pembalap pertama MotoGP di Suzuki, Maverick Vinales dan Aleix Espargaro. Kinerja mereka membuat Suzuki semakin baik dari tahun ke tahun dan memberikan perbedaan.”

Bekerja sama dengan Suzuki selama empat tahun membuat RIns mengenal seluk beluk tim dan pabrikan itu. Ia bahkan membantu membangun GSX-RR sehingga jadi salah satu motor menakutkan di trek.

“Tentu saja Alex salah satu yang bertahan dengan Suzuki dalam waktu lama dan satu-satunya yang memberikan informasi lebih banyak,” Mir menjelaskan.

“Dia selalu menjadi rekan setim yang benar-benar bagus, di dalam dan diluar trek dia sangat menghormati saya dan Suzuki.”

Baca Juga:

Ambisi Rins Berikan Suzuki Triple Crown di Portimao Marquez Puji Konsistensi Mir di MotoGP 2020

Beberapa pembalap menjadikan rekan setimnya sebagai rival terberat mereka, karena bisa menumbuhkan motivasi besar. Itu juga dilakukan oleh Mir untuk membuatnya menjadi lebih baik sebagai seorang pembalap dan termotivasi mengalahkan Rins dengan motor yang sama.

“Tentu saja dia selalu menjadi rival pertama saya. Sejak tahun lalu hingga saat ini, saya selalu ingin berada di depannya dan dia juga ingin mengalahkan saya,” ujarnya.

“Ini menjadi bagian dari kesuksesan yang membuat Suzuki hampir berada di podium pada setiap balapan. Jika Anda melihat ketika rekan setim saling mendorong, Anda akan menekan hingga batas.”

Pengendara motor nomor 36 itu memberikan gelar juara dunia pertama untuk Suzuki selama 20 tahun terakhir dan bergabung dengan daftar elite. Tetapi, ia menegaskan tak ingin mengendurkan serangan pada balapan terakhir di Portimao.

“Saya masih penasaran dengan apa yang terjadi pada akhir pekan ini! Saya telah mendapat pesan dukungan dari banyak orang,” ucapnya.

“Tapi musim ini belum selesai dan saya ingin mempelajari Portimao sebaik mungkin untuk mengakhiri musim ini dengan pencapaian tertinggi.”