Riwayat Kesehatan Keluarga Kim Jong Un, Diwarnai Sakit Jantung hingga Diabetes

Liputan6.com, Jakarta Rumor mengenai kondisi terkini pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih simpang siur. Beberapa pihak meyakini Kim Jong Un telah meninggal. Namun ada pula yang mengabarkan bahwa pria dengan potongan rambut khas itu mengalami mati otak, sebagian lagi beranggapan dia baik-baik saja.

Belum bisa dipastikan bagaimana sesungguhnya kondisi terkini Kim Jong Un. Tetapi, jika menilik riwayat kesehatannya, keluarga pemimpin Korea Utara itu dibayangi oleh penyakit jantung, darah tinggi, hingga diabetes.

Kim Jong Un diyakini kini berusia 36 tahun. Bobot tubuh Kim Jong Un dikabarkan sekitar 136 kg dengan tinggi badan 167 cm. Ia memiliki kebiasaan merokok nyaris tanpa henti. Kabarnya, Jong Un biasa mengisap sekitar 4 kotak rokok dalam sehari.

Sementara kelebihan berat tubuhnya disebabkan karena kesukaannya mengonsumsi keju dan minum anggur (wine), Newsweek melaporkan beberapa tahun lalu. Ia pernah absen dari hadapan publik selama beberapa saat karena terlalu banyak mengonsumsi keju Emmental, keju kuning dengan tekstur agak keras yang dipesannya dari Swiss. Lalu, enam tahun lalu, menurut laporan PBB, dana yang dikeluarkan Kim Jong Un untuk konsumsi alkohol mencapai 30 juta dollar.

Newsweek juga pernah menulis, bahwa pada 2012, Kim Jong Un mengalami kelebihan berat badan sehingga mengembangkan kista pada pergelangan kaki dan menjalani operasi untuk menghilangkannya.

Sementara itu melansir laman New York Post, Kim Jong Un didapuk sebagai pemimpin Korea Utara pada 2011, setelah sang ayah Kim Jong Il dilaporkan meninggal dunia karena serangan jantung di usia 70. 

 

Riwayat Kesehatan Sang Ayah, Kim Jong Il

Foto yang diambil pada tanggal 19 Agustus 1981 dan dirilis ke AFP pada tahun 2000 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Il bersama anaknya, Kim Jong-Nam saat potret keluarga di Pyongyang. (AFP PHOTO / Handout / - South Korea OUT - North Korea OUT)

Kim Jong Il, ayah Jong Un, adalah perokok dan menderita diabetes. Sebagai perokok berat, Jong Il pernah meminta ilmuwan Korea Utara untuk menduplikasi rokok favoritnya dengan merk dagang Rothman, dengan tembakau yang tumbuh di Afrika. Ahli biologi Kim Hyeongsoo mengungkap dalam sebuah konferensi hak asasi manusia beberapa tahun lalu, Jong Il tetap meminta hal itu dilakukan meski ratusan rakyat Korea Utara kehilangan nyawa akibat kelaparan pada 1990.

Kim Hyeongsoo mencatat, Kim Jong Il pernah mengirim belasan ilmuwan untuk menciptakan afrodisiak untuk dirinya. Kim Jong Il dikabarkan memiliki banyak kekasih wanita muda, peminum berat, dan menyukai makanan olahan. Selama 17 tahun pemerintahannya, Korea Utara kerap tercatat sebagai pemborong cognac dengan brand Hennessy Paradis. Ia juga dilaporkan pernah mengirim ajudannya ke Beijing untuk membeli burger Big Mac di restoran cepat saji.

Seringnya Kim Jong Il menghilang dari pubik menimbulkan spekulasi bahwa hal itu berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Pada 2007, dia muncul kembali dengan tubuh yang lebih langsing dan rambut lebih tipis. Penampilannya itu menimbulkan spekulasi bahwa ia telah mengalami serangan jantung.

Dokter-dokter dari China dan Prancis membantu merawat Kim Jong Il ketika pria itu mengalami stroke pada 2008. Tiga tahun kemudian, Kim Jong Il meninggal dunia karena serangan jantung. Meski begitu, ada pula rumor yang berkembang bahwa Kim Jong Il meninggal karena komplikasi terkait diabetes.

Riwayat kesehatan keluarga penguasa Korea Utara itu mencatat adanya penyakit misterius. Dalam 50 masa pemerintahannya, ada foto Kim Il-Sung yang tengah bepergian ke luar negeri dengan kondisi tak biasa. Tampak ada sebuah daging tumbuh sebesar bola tenis di leher bagian belakang Kim Il-Sung. Menurut media Japan Times, kondisi itu disembunyikan dengan sangat hati-hati dalam setiap foto sang pemimpin.