Riza ingatkan warga jaga kerukunan setelah insiden "tembok tetangga"

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan seluruh warga menjaga kerukunan hidup setelah adanya insiden tetangga bangun tembok di depan rumah kawasan Jakarta Timur.

"Itu juga kejadian yang kami (Pemprov DKI) harapkan tidak terulang kembali, mari kita hidup di manapun termasuk kota Jakarta harus saling jaga, harus saling menghormati, apalagi tetangga dekat," ujar Riza di Jakarta, Senin.

Baca juga: Warga Pulogadung yang aksesnya tertutup tembok memutuskan pindah rumah

Terkait kejadian di Jalan Gading Raya, kelurahan Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, yang diakibatkan konflik kedua keluarga sejak lama tersebut, Riza juga mengingatkan agar tak boleh mementingkan diri sendiri ketika hidup bertetangga.

"Jangan kita pikirkan pribadi kita, keluarga kita sendiri tetapi jauh lebih penting memikirkan lingkungan dan tetangga kita. Bersatu kompak dan rukun," tutur Riza.


Riza juga menyebutkan konflik antara kedua keluarga tersebut sudah dilakukan upaya mediasi meski belum menemukan jalan keluar, namun akhirnya keluarga yang rumahnya ditembok memutuskan untuk pindah dan menjual rumah.

"Itu dicoba mediasi belum selesai, tapi yang bersangkutan akhirnya pindah rumah dan rumahnya dijual yang di situ," ucap Riza.

Untuk diketahui, terjadi perselisihan antartetangga, yaitu keluarga Anisa dan keluarga Widya yang berujung pada penutupan akses jalan ke rumah Anisa di Jalan Gading Raya, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

Baca juga: Pembersihan puing tembok roboh di Cakung selesai Rabu

Konflik kedua keluarga sudah berlangsung sejak lama. Widya membangun tembok persis depan rumah Anisa yang kemudian menjadi ramai di media sosial, pasalnya tembok yang dibangun menutup akses keluar masuk keluarga Anisa.


Keluarga Anisa (40) yang akses rumahnya tertutup tembok di Jalan Gading Raya, Kelurahan Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, memutuskan pindah rumah.

Camat Pulogadung, Syafrudin Chandra mengatakan keputusan pindah rumah itu datang dari keluarga Anisa setelah proses mediasi yang dilakukan baik dari pihak kepolisian hingga kecamatan tak kunjung menemui titik terang.

"Rencananya pindah tanggal 14 Agustus 2022," kata Syafrudin Chandra di Jakarta pada Antara, Selasa (9/8).


Chandra menambahkan keluarga Anisa berencana akan pindah ke kawasan Cipinang Sodong, Kelurahan Cipinang.

"Kalau yang di Pisangan Timur itu rumah mereka sendiri," ujar Chandra.