Riza Patria Sarankan Warga Mudik Secara Virtual

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza meminta masyarakat menahan diri untuk tak mudik pada lebaran tahun 2021 ini. Menurutnya masyarakat atau warga Jakarta khususnya bisa tetap bercengkrama bersama keluarga lewat mudik virtual.

"Masalah lebaran bisa dilakukan secara online, virtual di medsos dan lain-lain. Tidak mengurangi makna dan arti. Nanti pada waktunya kalau kita sudah bebas dari Covid-19, bisa nanti kita kembali ke kampung bersama keluarga," tutur Ariza di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Larangan mudik tahun ini, kata Ariza merupakan bentuk antisipasi dari pemerintah guna menghalau penyebaran Covid-19 di masyarakat. Ia mengakui secara tradisi budaya mudik amat baik. Namun di tengah pademi seperti ini masyarakat diminta memahami bahwa larangan mudik tak lebih bertujuan demi kebaikan.

"Rugi kita. Kita sudah setahun lebih seperti ini, jangan dirusak. Bukan mudik tidak baik, mudik baik menjadi sebuah budaya, kultur, tradisi budaya kita, kepada orang tua sesuatu yang baik. Tapi saya mohon jangan kecintaan kita sayang kita kepada orang tua, kakek nenek justru dengan cara kehadiran kita menyebarkan virus kepada keluarga tercinta kita," tegasnya.

Ariza juga mengatakan bahwa guna mencegah penularan Covid-19, masyarakat diminta untuk terus mematuhi protokol kesehatan, termasuk menerapkan 3 M.

Terapkan Prokes Layaknya Ibadah

Bahkan ia meminta 3 M diterapkan layaknya sebuah ibadah di mana menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.

"Kita minta masyarakat protokol 3 M sebagai sebuah kebutuhan, sebagaimana hari hari kita minum, makan beribadah, pakai baju, gosok gigi itu kebutuhan yang kita kerjakan. Kan ga enak kalau tidak gosok gigi, jadi kita harus gak enak kalo ga pakai masker, ga enak kalo ga cuci tangan, gak enak kalo ga jaga jarak. Jadi protokol kesehatan jadi sebuah kebutuhan sehari hari," ujar Ariza.

Ia mengingatkan kendati telah ada vaksin Covid-19, masyarakat diminta tak lengah dalam mencegah penularan virus asal Wuhan, China itu. Ia berharap supaya lonjakan kasus Covid-19 imbas euforia vaksinasi yang terjadi di negara lain tak dijiplak oleh Indonesia.

"Jangan sampai terjadi di beberapa banyak negara kita ketahui sekalipun ada vaksin. Ada euforia kemudian terjadi pelonggaran akhirnya sekarang di banyak negara terjadi lonjakan yang signifikan jumlah kematian yang banyak, sehingga ini mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta dan tentu Indonesia," harapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: