Rizal Ramli Ungkap Kisah Perkenalan dengan Jokowi

Hardani Triyoga
·Bacaan 4 menit

VIVA – Ekonom senior Rizal Ramli menceritakan kisah perkenalannya dengan Presiden Joko Widodo. Rizal mengaku sudah mengenal Jokowi saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu mengatakan suatu kesempatan Jokowi mendatangi kantornya untuk meminta tolong soal proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang belum jalan.

Jokowi minta tolong Rizal untuk membantu negosiasi dengan pihak Japan International Cooperation Agency atau JICA.

“Mas Rizal aku betul-betul ingin proyek MRT ini jalan, tapi enggak jalan-jalan karena kemahalan. Saya sudah ganti direksinya buat nurunin biaya, enggak jalan juga. Sepertinya harus negosiasi sama Jepangnya, JICA," kata Rizal dalam video YouTube Karni Ilyas Club yang dikutip VIVA, Minggu, 25 Oktober 2020.

Baca Juga: Rizal Ramli: Tahun ke-6 Pemerintahan Jokowi, Indikator Ekonomi Merosot

Menurut dia, Jokowi minta tolong Rizal bantu negosiasi dengan petinggi JICA. Sebab, Jokowi, kata dia, tak punya hubungan langsung dengan Jepang.

Rizal mengaku saat itu, posisinya sebagai penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah tokoh dari negara lain termasuk bos JICA saat itu, Akihiko Tanaka.

Sepekan setelah Jokowi minta tolong, Rizal pun bertemu dengan Tanaka yang kebetulan dalam acara di New York, Amerika Serikat. Ia menyampaikan langsung keluhan Jokowi soal kemahalan proyek MRT sehingga stagnan tak jalan-jalan.

Dalam pertemuan itu, Tanaka minta pendapat Rizal yang kemudian ada saran tim khusus JICA siap ke Jakarta untuk kembali negosiasi.

"Dari New York, saya telpon Pak Jokowi. Pak Jokowi, hoki banget nih, baru minta tolong saya seminggu, bos JICA sudah setuju. Minggu depan ada tim negosiasi," tutur Rizal.

Setelah dapat sinyal positif MRT jalan, Jokowi kemudian mengutus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menemui Rizal Ramli. Tujuannya untuk meminta Rizal berkenan jadi Komisaris Utama MRT.

“Saya bilang, Ahok saya enggak nyari kerjaan, gue sibuk. Kalau Jokowi perlu gue, datang ke sini, gue cariin solusi, network kita banyak. Itu saja sih ceritanya," ujar Rizal.

Pun, momen hubungan antara Rizal dengan Jokowi berlanjut saat eks Wali Kota Solo itu menjadi Presiden RI periode 2014-2019. Kata Rizal, Jokowi ada rencana untuk memasukannya ke dalam tim menteri ekonomi di Kabinet Kerja. Namun, rencana Jokowi itu tak terwujud di awal periode pemerintahannya.

"Waktu dia jadi presiden, dia maunya Rizal Ramli jadi menteri ekonomi. Tapi, JK (Jusuf Kalla) selalu blok saya kan. Pokoknya JK enggak mau Rizal megang ekonomi dan keuangan," tutur Rizal.

Ia bilang zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga demikian. Figur JK disebutnya tak setuju dirinya masuk kabinet pemerintahan SBY.

“Sama juga waktu SBY. Bahkan pada waktu SBY sudah tanda tangan kan. Rizal Ramli Menko, diganjal sama JK. Habis itu SBY pertahankan jadi menteri keuangan, dia (JK) enggak setuju lagi. Akhirnya SBY minta Rizal Ramli jadi menteri BUMN. Dia enggak setuju lagi.”

Last minutes saya ditunjuk menteri perindustrian di kabinet SBY pertama. Saya nolak, itu bukan keunggulan kita. Terima kasih dah,” katanya.

Pun, ia menceritakan saat Jokowi jadi presiden dan ingin Rizal jadi Menko Perekonomian. Tapi, JK tak menyetujui keinginan Jokowi.

Nah, setahun pemerintahan periode pertama Jokowi berjalan, Rizal dipanggil untuk ke Istana Bogor. Namun, saat itu, Jokowi sengaja tak menjamu Rizal seperti tamu lainnya yang diundang langsung ke Istana.

"Mas Rizal, ini enggak ada ubi atau kue, pagi-pagi. Karena saya suruh keluar semua, karena saya takut bocor pertemuan kita ini," ujarnya.

Saat itu pun Jokowi minta tolong ke Rizal agar bersedia menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal pun awalnya menolak jabatan itu karena beralasan bukan bidang keunggulannya.

“Itu bukan bidang keunggulan saya. Saya ada daftar nama nih buat ini," kata Rizal saat itu ke Jokowi.

Tapi, Jokowi tetap maunya Rizal Ramli untuk menjadi Menko Kemaritiman. Kata dia, ada beberapa alasan yang disampaikan Jokowi.

"Enggak-enggak, saya maunya Mas Rizal, karena Mas Rizal orangnya berani, yang kedua, ngerti masalah. Kalau cuma modal berani aja, ya preman. Kalau hanya ngerti masalah orang pintar, tak ada keberanian, enggak ada perubahan. Jadi saya mau Mas Rizal,” jelas Rizal.

Rizal beberapa kali menolaknya. Dia bilang hanya ingin di luar pemerintahan. Kalau Jokowi perlu, ia mengaku siap membantunya dengan menyumbangkan saran pikiran.

Tapi, Jokowi pun mengeluarkan kalimat permintaan yang tampaknya membuat hati Rizal luluh.

“Mas Rizal, yang minta tolong itu bukan saya Jokowi presiden. Siapa sih saya dibanding mas Rizal, pengalaman, jam terbang. Yang minta tolong ini rakyat Indonesia yang kepengin hidupnya lebih baik," ujar Rizal

"Karena dia ngomong gitu, saya lemes. Akhirnya yasudah mas saya ambil hikmahnya. Tapi, dengan satu syarat ya, enggak lapor-lapor sama Pak JK," kata Rizal.