Rizieq Shihab Baca Eksepsi Secara Langsung di PN Jakarta Timur 26 Maret 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memberikan kesempatan kepada mantan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk melengkapi berkas nota keberatan atau eksepsi. Rizieq Shihab sedianya membacakan nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Selasa (23/3/2021).

Adapun dakwaan terkait perkara dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor. Namun, Rizieq Shihab menolak membacakan nota keberatan secara virtual. Selain itu, Rizieq mengaku masih harus memperbaiki nota keberatannya.

"Sebagaimana sudah saya samapaikan di awal sidang tadi saya hanya akan membacakan eksepsi pada sidang offline maka itu kalau permohonan sidang offline dikabulkan saya mohon izin dengan sangat saya diberikan kesempatan pertama utuk membacakan eksepsi," kata Rizieq di persidangan.

Penasihat hukum dan Rizieq Shihab mengajukan surat permohonan perihal permohonan sidang offline untuk menghadirkan terdakwa di pengadilan. Surat diserahkan kepada Majelis Hakim pada 18 Maret 2021.

Tak cuma itu, penasihat juga menyerahkan surat jaminan pelaksanaan persidangan offline dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan tidak timbulkan kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Surat disampaikan kepada Majelis Hakim PN Jaktim pada Selasa, 23 Maret 2021.

Hasil musyawarah antarmajelis hakim dan hakim anggota memutuskan mengabulkan surat permohonan sidang offline Rizieq Shihab.

Sidang Jumat, 26 Maret 2021

Pengunjung menyaksikan layar yang menampilkan sidang perdana Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Massa mendatangi PN Jakarta Timur untuk menyaksikan sidang Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan dan tes usap. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Pengunjung menyaksikan layar yang menampilkan sidang perdana Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (16/3/2021). Massa mendatangi PN Jakarta Timur untuk menyaksikan sidang Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan dan tes usap. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Majelis hakim kemudian memerintahkan Jaksa Penuntut membawa terdakwa ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada setiap persidangan.

"Memperhatikan ketentuan Pasal 152 ayat 2 dan Pasal 153 ayat 2 huruf a menetapkan mengabulkan permohonan, mencabut kembali penetapan nomor 221 pidsus/2021 tentang penetapan sidang secara online," kata Majelis hakim

Seusai membacakan surat penetapan sidang secara offline, Hakim lalu mengagendakan pembacaan nota keberatan pada Jumat, 26 Maret 2021.

"Baik penasihat hukum dan terdakwa kesempatan terakhir ajukan keberatan nanti hari Jumat tanggal 26 Maret 2021 sudah terakhir dan tidak adalagi penundaan. Kalau pada hari Jumat belum selesai (nota keberataan) maka kami anggap tidak gunakan haknya mengajukan keberatan ke penuntut umum," ucap Hakim.

Saksikan video pilihan di bawah ini: