Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi

Adinda Permatasari, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polsek Tanjung Duren dikabarkan akan memanggil artis Rizky Billar untuk janji pemeriksaan terkait kasus kerumunan yang terjadi saat Grand Opening Restoran Raja Se’i pada Senin, 8 Maret 2021. Diketahui restoran itu salah satu pemiliknya adalah Rizky Billar.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung Wibowo mengatakan pihaknya telah memanggil sejumlah saksi dari kasus tersebut.

"Nanti setelah kami panggil pemiliknya baru kita panggil Rizky Billar," ujar Agung dikonfirmasi, Senin 8 Maret 2021.

Dalam hal ini Agung mengatakan pihaknya dari Polsek Tanjung Duren telah memeriksa tiga saksi. Tiga saksi itu meliputi pihak penyelenggara acara dan pengelola, dan kini di jadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang pemilik restoran tersebut, salah satunya Rizky Billar.

Lantas, bagaimana kasus ini terjadi? Simak informasi selengkapnya di halaman berikut.

Agung menjelaskan, hingga kini kasus tersebut memang masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan para saksi. Hingga kini belum ada yang dijatuhi status tersangka atas kasus tersebut, polisi juga terus mengumpulkan alat bukti lainnya untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana.

Agung memastikan pihaknya akan bersikap terbuka pada penyelidikan kasus kerumunan tersebut.

"Masih didalami kita lihat kalau ada unsur pidananya kita pasti tingkatkan jadi penyidikan," ujar Agung.

Diketahui sebelumnya, peristiwa kerumunan itu terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 12.00 WIB, 7 Maret 2021. Grand opening Restoran Raja Se’i membuat ratusan fans Rizky Billar memadati lokasi restoran.

Mendapatkan laporan adanya kerumunan, aparat gabungan TNI Polri dan Satpol PP Jakarta Barat, dengan cepat melakukan peninjauan ke lokasi.

Kasat Pol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan, grand opening restoran tersebut membuat kerumunan massa yang berakibat pada kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

"Suasana di sekitar restoran macet lantaran banyaknya fans yang berkerumun untuk bertemu Rizky Billar," ujar Tamo.

Tamo mengatakan, pihaknya harus segera membubarkan sebagai langkah antisipasi terjadinya klaster baru penyebaran COVID-19. Selain melakukan pembubaran, pihaknya juga menutup restoran tersebut selama 1x24 jam ke depan.