RMK Energy Bidik Dana Maksimal Rp 201,25 Miliar dari IPO

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT RMK Energy Tbk, perusahaan bergerak di usaha pertambangan batu bara dan aktivitas perusahaan holding akan menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospektus perseroan dalam laman e-ipo.co.id, PT RMK Energy Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 875.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100. Jumlah saham yang ditawarkan ke publik sebanyak-banyaknya 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

PT RMK Energy Tbk menawarkan harga perdana Rp 160-Rp 230 per saham. Dengan demikian, target dana dari IPO antara Rp 140 miliar-Rp 201,25 miliar.

PT RMK Energy Tbk akan memakai dana hasil IPO antara lain sebesar Rp 67,87 miliar untuk melunasi sebagian pembayaran upgrade conveyor line 2 dari single line menjadi double line termasuk pembelian dan perakitan stacker conveyor kepada PT Rantaimulia Kencana untuk mendukung kegiatan usaha utama perseroan.

Selain itu, dana hasil IPO Rp 50 miliar juga untuk pelunasan pokok utang kepada PT Bintang Timur Kapital, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan antara lain pembelian bahan bakar, pelumas, suku cadang dan pemeliharaan.

Dalam rangka IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pemegang saham perseroan setelah IPO antara lain PT RMK Investama sebesar 76,80 persen, Tony Saputra sebesar 1,6 persen, Suriani sebesar 0,96 persen, Vincent Saputra sebesar 0,32 persen, William Saputra sebesar 0,32 persen dan masyarakat sebesar 20 persen.

Jadwal sementara IPO:

-Masa penawaran awal pada 10-15 November 2021

-Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 November 2021

-Masa penawaran umum perdana saham pada 30 November-3 Desember 2021

-Tanggal penjatahan pada 3 Desember 2021

-Tanggal distribusi secara elektronik pada 6 Desember 2021

-Pencatatan saham di BEI pada 7 Desember 2021

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kebijakan Dividen

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Untuk kebijakan dividen, perseroan akan membayar dividen tunai kepada seluruh pemegang saham sekali dalam setahun. Besaran dividen yang akan dibagikan mempertimbangkan tingkat kesehatan keuangan perseroan.

Perseroan menyebutkan belum pernah membagikan dividen selama ini karena perseroan membutuhkan modal kerja yang cukup besar dalam memenuhi kontrak pengadaan batu bara.

Setelah dilaksanakannya penawaran umum perdana saham, perseroan akan membagikan dividen sebanyak-banyaknya 20 persen dari laba bersih tahun berjalan perseroan setelah pajak.

Kebijakan perseroan dalam pembagian dividen itu akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diadakan setiap tahun atau jumlah lain yang diusulkan oleh pemegang saham perseroan dan disetujui dalam RUPST.

Hingga semester I 2021, perseroan mencatat pendapatan Rp 413,69 miliar hingga semester I 2021. Realisasi pendapatan ini turun 44,7 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 285,86 miliar.

Beban pokok pendapatan perseroan naik menjadi Rp 336,49 miliar hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 61,38 miliar.

Dengan demikian, laba kotor naik menjadi Rp 77,19 miliar hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 61,38 miliar.

Perseroan mencatat laba periode berjalan turun 28,13 persen menjadi Rp 39,22 miliar hingga semester I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 54,57 miliar.

Total ekuitas tercatat Rp 467,43 miliar hingga Juni 2021 dari posisi Desember 2020 sebesar Rp 422,25 miliar. Selain itu, total liabilitas mencapai Rp 704,67 miliar hingga Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 492,83 miliar.

Dengan demikian, total aset perseroan tercatat Rp 1,17 triliun hingga Juni 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 915,09 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel