RNI Ajak 5 Perguruan Tinggi Bahas Penerapan Riset di Sektor Pangan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Guna mempersiapkan menuju holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI memperluas sinergi bidang Pendidikan dengan 5 Universitas. Itu akan membahas pengaplikasian riset hingga peningkatan Sumber Daya Manusia.

“Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya RNI memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang secara visi dan misi memiliki komitmen yang sama dalam memajukan sektor pangan nasional.”Jelas Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama PT RNI (Persero), dalam keterangan resmi, Kamis (25/11/2021).

Arief mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pengaplikasian hasil riset dan inovasi dalam skala industri, melalui produk-produk baru dan pemanfaatan teknologi di bidang pangan dan pengembangan SDM.

Lebih lanjut Arief menyampaikan sebagai BUMN yang tengah dipersiapkan untuk menjadi induk Holding BUMN Pangan tentunya tidak bisa jalan sendiri dalam mewujudkan cita-cita membangun dan memajukan sektor pangan nasional.

“Perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama dari perguruan tinggi dan para akademisi,” ungkapnya.

Arief meyakini, perguruan tinggi dan para akademisi merupakan pusat pengetahuan dan gudang dari pemikiran-pemikiran inovatif, sehingga apabila dapat dikolaborasikan secara sistematis dan konsisten dapat mendorong efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan.

Sinergi antara dunia usaha dan Perguruan Tinggi menjadi kunci guna mendorong peningkatan inovasi dan kualitas SDM dalam rangka memperkuat bisnis perusahaan. Maka, RNI menggandeng 5 perguruan tinggi nasional melalui kerja sama Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara RNI dengan Universitas Andalas, Universitas Pancasila, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Bina Darma, dan Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA).

“Dengan segala riset dan referensi pengetahuan yang dimiliki, kolaborasi dengan dunia pendidikan diharapkan dapat mengakselerasi berbagai inovasi dan membantu perusahaan untuk meningkatkan kualitas SDM. Hasil akhirnya tentu peningkatan daya saing perusahaan menuju go global, serta dalam rangka persiapan holding pangan,” ungkapnya. K

Kerja sama yang bertujuan untuk memperkuat link and match tersebut, ditandatangani oleh Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi, bersama Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, S.H., M.Si., Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H., Rektor Universitas Bina Darma Dr. Sunda Ariana, M.Pd. M.M., Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal Dr. Dede Rukmayadi, S.T., M.Si., dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., yang diwakili oleh Direktur Pasca Sarjana Dr. Sri Rahayu, serta disaksikan Komisaris Independen RNI Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jembatani Inovasi

RNI kembangkan biomassa napier grass atau biasa disebut rumput gajah sebagai bahan baku biofuel. (Foto: RNI)
RNI kembangkan biomassa napier grass atau biasa disebut rumput gajah sebagai bahan baku biofuel. (Foto: RNI)

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri, S.H., M.H. mengatakan, kerja sama ini dapat menjembatani inovasi dan hasil penelitian yang dihasilkan kampus dengan kebutuhan dan kebermanfaatan yang lebih luas.

Mengingat, penelitian-penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidak boleh hanya sebatas untuk laporan, tetapi harus betul-betul untuk menjawab kebutuhan.

Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, S.H., M.Si. mengatakan, pihaknya mendukung penuh kerja sama ini dan siap untuk bersama-sama merumuskan program tindak lanjut.

“Kami siap mendukung penuh, mengingat apa yang akan menjadi tugas RNI kedepan berkaitan dengan bidang pangan, yang merupakan kebutuhan pokok dan mendasar bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan seremonial kerja sama bidang pendidikan turut dihadiri Wakil Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Richi Aprian.

“Terkait dengan ketahanan pangan, kita harus bercerita secara horistik, bagaimana pemerintah dan juga pihak swasta maupun akademisi maupun komunitas itu harus bersinergi dalam menuntaskan dan menjamin ketersediaan pangan khususnya di Indonesia," kata Richi.

Sebelumnya, melalui siaran Pers Kemenko perekonomian RI beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pembangunan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan adalah kunci bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan, diantaranya untuk mewujudkan transformasi ekonomi.

Airlangga juga mengungkapkan keyakinannya dengan penguatan sinergi dan koordinasi antara pemerintah dengan seluruh stakeholders, termasuk dengan para doktor dan akademisi dapat meningkatkan resiliensi ekonomi Indonesia selama masa pandemi dan sekaligus mempercepat momentum pemulihan ekonomi saat ini dan di tahun mendatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel