RNI dorong peningkatan kemitraan petani dengan BUMDes

·Bacaan 1 menit

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebagai BUMN klaster pangan mendorong peningkatan kemitraan dengan petani tebu dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Mitra petani berperan dalam produksi tebu dan bahan baku di pabrik gula. Oleh karenanya peningkatan kemitraan dengan petani tebu terus dilakukan, bersinergi dengan BUMDes setempat,” ujar Direktur Utama PT RNI (Persero_Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Arief menambahkan Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan RNI sebagai calon Induk BUMN Pangan harus dapat bermanfaat pagi petani, peternak, dan nelayan, serta menjadi penggerak Ekonomi Nasional.

Khusus sektor gula, RNI akan terus meningkatkan kemitraan dengan petani tebu yang sesuai data terdapat 23.559 petani tebu rakyat yang tersebar di Pulau Jawa, di antaranya 4.136 petani di Jawa Barat, sebanyak 653 petani di Jawa Tengah, dan 18.770 petani di Jawa Timur.

Baca juga: RNI optimalkan program kemitraan petani tebu

Sementara itu sebagai pelaksana kemitraan dengan petani, Direktur PT PG Rajawali II RNI Group Ardian mengatakan program Kemitraan petani ini selain bertujuan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat lokal setempat, juga merealisasikan penyerapan tenaga kerja kurang lebih 5.000 orang/tahun.

“Realisasi program kemitraan terus berkembang setiap tahun, baik dari jumlah petani maupun luas lahan sehingga sisa hasil usaha yang diterima petani pun mengalami peningkatan yang signifikan,” kata Ardian.

Dia juga menambahkan peningkatan kemitraan ini didukung beberapa faktor di antaranya adanya peningkatan rendemen tebu, oetani mendapatkan kepastian offtake dan Pabrik Gula (PG) Rajawali II melakukan pendampingan budi daya tebu yang intensif.

Baca juga: KSP minta program kemitraan petani Indramayu dilakukan transparan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel