RNI Minta PMN Sebesar Rp4,6 Triliun, Ini Rencana Penggunaannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, Frans Marganda Tambunan menjelaskan bahwa pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN) ID Food sebesar Rp4,6 triliun pada 2023 akan digunakan untuk program restrukturisasi keuangan.

Restrukturisasi keuangan dibutuhkan holding pangan, karena mayoritas anggotanya mempunyai beban keuangan yang cukup besar.

BUMN pangan saat ini sedang mencari pendanaan dari sisi perbankan. Namun, dengan kondisi sekarang terdapat concern sisi perbankan yaitu profil utang di beberapa anggota BUMN pangan yang kurang baik.

"Oleh karena itu, pengajuan PMN menjadi salah satu kegiatan dalam program restrukturisasi keuangan," kata Frans saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (15/6).

Dari usulan PMN sebesar Rp4,6 triliun itu, masing-masing PMN Tunai sebesar Rp2 triliun, guna mendanai kebutuhan investasi dan modal kerja di anggota holding. PMN tunai bertujuan untuk memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan kemampuan produksi.

PMN Non Tunai

Selanjutnya, PMN non tunai sebesar Rp2,6 triliun yang terdiri dari RDI/SLA dan eks BPPN dibutuhkan untuk memperbaiki struktur keuangan, terutama dari sisi debt to equity ratio agar memberikan advantages ke sisi perbankan.

"Kemudian untuk komposisi penggunaan dana PMN tunai untuk modal kerja 62 persen, dan investasi 38 persen. Untuk non tunai nanti prosesnya aka nada tiga tahapan, yaitu novasi ke induk, konversi non pokok menjadi pokok, dan konversi utang menjadi penyertaan," jelasnya.

Sebagai catatan, Frans menyampaikan kepada Komisi VI, sebelumnya PT RNI belum pernah mendapatkan PMN tunai. Sedangkan, untuk PMN non tunai sendiri terakhir PT RNI mendapatkan pada tahun 2016.

"Memang ada beberapa teman-teman yang bergabung seperti Perindo (Perum Perikanan Indonesia) pernah mendapatkan kurang lebih 2015-2016. Jadi, memang pengajuan PMN juga pengajuan kembali setelah sebelumnya kami ajukan pada 2020 sebelum holding pangan terbentuk," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel