Roberto Mancini Desak Timnas Italia Tinggalkan Gaya Main Bertahan

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini, mendesak anak asuhnya untuk meninggalkan permainan bertahan, dan lebih agresif dalam melancarkan serangan. Hal tersebut ia ungkapkan jelang laga Timnas Italia melawan Bulgaria dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, Senin 29 Maret 2021, dini hari WIB.

Memang, Gli Azzurri telah mengalami banyak perubahan yang signifikan semenjak Mancini ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Giampiero Ventura, yang gagal membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2018, dan berujung pada revolusi besar-besaran.

Sejauh ini, Timnas Italia besutan Mancini belum pernah mengalami kekalahan sejak menyerah dari Portugal 0-1 pada September 2018 silam. Bahkan, kekalahan itu menjadi satu-satunya yang dirasakan bersama Timnas Italia di setiap ajang resmi yang dilakoni mereka.

Tercatat, Timnas Italia sukses menyapu bersih kemenangan dalam 10 pertandingan di babak kualifikasi Piala Eropa 2020. Selain itu, mereka juga berhasil menyegel tiket ke putaran final UEFA Nation League setelah memuncaki Grup A1 yang berisikan Belanda, Polandia, dan Bosnia-Herzegovina.

Sejak dulu, Gli Azzurri memang terkenal dengan permainan bertahannya. Bahkan, sejarah mencatat, empat trofi Piala Dunia yang berhasil diraih Italia semuanya berkat kehebatan mereka dalam menjaga pertahanan dengan sangat solid.

Namun, Mancini mengatakan, cara itu sudah kuno dan perlu diperbaharui. Menurutnya, Timnas Italia saat ini harus berani tampil menyerang, dan jangan hanya mengandalkan pertahanan untuk memenangkan pertandingan.

"Kami harus menyadari bahwa kami bukan sebuah tim yang hanya sekadar mengendalikan pertandingan dengan cara bertahan. Kami harus mulai dari konsep menyerang lebih baik ketimbang bertahan," ujar Mancini, seperti dikutip Football Italia, Minggu 28 Maret 2021.