Rockhold Ungkap Sisi Kelam UFC: Diperlakukan Seperti Pelacur

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan juara kelas menengah UFC, Luke Rockhold telah mengklaim bahwa Dana White adalah seorang tirani. Rockhold juga mempertanyakan kebijakan negosiasi UFC dalam menyusun jadwal duel antara dua petarung.

Dana White diketahui merupakan Presiden UFC dan juga menjadi wajah dari promotor MMA paling bergengsi di dunia tersebut. Dana White juga sosok di garis depan dalam memastikan pertarungan yang tepat digelar.

Saat ini ada banyak tekanan pada White untuk menggelar duel perebutan gelar juara kelas berat antara Francis Ngannou yang kemungkinan akan menghadapi petarung UFC terhebat sepanjang masa, Jon Jones. Namun negoasiasi masih buntu.

Kesepakatan belum tercapai karena Jones menginginkan lebih banyak bayaran untuk naik ke kelas berat, terutama melawan juara baru dalam pertarungan besar. Alhasil, negosiasi belum berjalan terlalu baik sejauh ini.

Dan Rockhold menjelaskan mengapa hal itu terjadi (negosiasi menemui jalan buntu). Dia mengklaim ada 'taktik mafioso' yang sedang dimainkan promotor dalam menyusun jadwal pertarungan dan dua petarung yang akan diadu.

"Pertarungan itu seperti mafia," kata mantan juara itu kepada Rippin It Podcast ketika ditanya tentang perbedaan antara dunia MMA dan modeling, seperti dilansir SportBible, Sabtu 10 April 2021.

"Mereka punya taktik yang sangat mafioso dalam negosiasi, mereka mencoba untuk mengganggu Anda. Jika Anda tidak tahu nilai Anda, seseorang akan memberi tahu nilai Anda dan itu akan lebih rendah dari nilai Anda sebenarnya. Jadi ketahuilah nilai Anda."

Klaim Rockhold bukan tanpa alasan. Dia punya pengalaman soal itu. "Begitu saya kehilangan gelar juara dunia, Dana White mendatangi saya dan mencoba menjatuhkan nilai dan mental saya, terus terang."

Rockhold kehilangan gelar kelas menengahnya dari Michael Bisping pada tahun 2016. Sejak saat itu, dia bertarung tiga kali, menang hanya sekali dan kalah dua kali, termasuk naik ke kelas berat ringan di mana dia kalah dari Jan Blachowski.

Berbicara tentang bagaimana White melakukan bisnis, pria berusia 36 tahun itu meminta semacam badan pengatur dengan menambahkan, "Kami tidak memiliki badan pengatur. Dan kami memiliki pria egois yang sedikit tirani (Dana White)."

"Kami (para petarung) harus mempertaruhkan diri, berdiri tegak, mengambil risiko, jika tidak, kami akan diperlakukan seperti pelacur. Sangat disayangkan ada pria seperti itu (yang memperlakukan para petarung dengan remeh)," jelasnya.

"Dia pikir dia bisa bertarung, dia pikir dia seorang petarung. Saya tidak mengerti mengapa dia meremehkan semua petarung ketika kamu tidak pernah bertarung satu hari pun dalam hidupmu. Dia cuma seorang promotor."

"Kami membutuhkan badan pengatur untuk memberi orang apa yang pantas mereka dapatkan," tegasnya. Banyak petarung UFC yang memiliki masalah dengan Dana White selama bertahun-tahun, tetapi jarang yang berani terbuka seperti Rockhold.