Roger Stone bersalah karena mencemari kesaksian saksi mata, berbohon pada Kongres

Washington (AP) - Dia bangga dengan reputasinya sebagai seorang praktisi trik kotor politik dan sering membual tentang sejauh mana kontaknya dan kedalaman informasi orang dalamnya.

Sekarang Roger Stone, seorang teman lama dan sekutu Presiden Donald Trump, menghadapi hukuman penjara untuk sekumpulan kejahatan yang pada dasarnya sama dengan membesar-besarkan seberapa banyak yang dia tahu, lalu berbohong dan berupaya untuk menutupi kebohongannya.

Stone dinyatakan bersalah pada Jumat (15/11) atas semua tujuh dakwaan dalam dakwaan federal yang menuduhnya berbohong kepada Kongres, mencemari kesaksian dan menghalangi penyelidikan DPR mengenai apakah kampanye Trump berkoordinasi dengan Rusia untuk informasi pada pemilihan umum 2016.

Dia adalah asisten atau penasihat Trump keenam yang dihukum karena tuduhan yang diajukan sebagai bagian dari penyelidikan Rusia dari penyelidik khusus Robert Mueller.

Stone telah membantah melakukan kesalahan dan secara konsisten mengkritik kasus terhadapnya sebagai bermotivasi politik. Dia tidak mengambil sikap selama persidangan dan pengacaranya tidak memanggil saksi untuk membela dirinya.

Kasus Stone bisa menjadi napas publik terakhir dari penyelidikan Mueller, yang berakhir pada bulan Maret. Mueller menjelaskan bahwa timnya tidak pernah mempertimbangkan untuk menuduh Trump karena Departemen Kehakiman melarang penuntutan presiden yang menjabat.

Bukti yang disajikan dalam persidangan tidak secara langsung menjawab kesimpulan Mueller bahwa tidak ada cukup bukti untuk membuktikan konspirasi kriminal antara tim kampanye Trump dan Rusia terkait hasil pemilihan presiden 2016 yang menguntungkan Trump. Tapi itu memberikan wawasan baru ke dalam pergulatan dalam kampanye Trump ketika terungkap pada Juli 2016 bahwa situs anti-kerahasiaan WikiLeaks memiliki lebih dari 19.000 surat elektronik yang diretas dari server Komite Nasional Demokrat.

Saksi mata menyoroti bagaimana rekan kampanye Trump ingin mengumpulkan informasi tentang surat elektronik itu, yang menurut AS diretas oleh Rusia dan kemudian diberikan kepada WikiLeaks. Steve Bannon, yang menjabat sebagai pemimpin eksekutif kampanye, bersaksi selama persidangan bahwa Stone telah membual tentang hubungannya dengan WikiLeaks dan pendirinya Julian Assange, memperingatkan mereka untuk menunggu tahap baru dari surat elektronik yang telah dirudak. Pejabat kampanye melihat Stone sebagai "titik akses" ke WikiLeaks, katanya.

Stone, 67, tidak menunjukkan reaksi saat putusan dibacakan dengan lantang, dakwaan demi dakwaan. Dia dijadwalkan akan dihukum pada 6 Februari dan bisa terancam 20 tahun penjara. Mantan petugas kampanye Trump lainnya, Michael Caputo, dikeluarkan dari ruang sidang oleh petugas keamanan setelah ia memunggungi juri setelah putusan dibacakan.

Stone menyeringai pada wartawan ketika dia meninggalkan ruang sidang, berpegangan tangan dengan istrinya. Ketika dia berjalan keluar dari gedung pengadilan, Stone ditanya apakah dia punya komentar tentang putusan dan menjawab: "tidak ada apa pun" sebelum dia naik ke sebuah SUV yang sedang menunggu bersama istrinya.

Trump mencuit beberapa menit setelah putusan, menyebut hukuman itu "standar ganda yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Negara kita," karena musuhnya, termasuk Hillary Clinton, mantan Direktur FBI James Comey dan "termasuk bahkan Mueller sendiri," belum telah dihukum. "Bukankah mereka berbohong?"

Setelah putusan dibacakan, jaksa meminta Stone dipenjara saat dia menunggu hukuman. Tetapi Jackson memutuskan bahwa Stone akan dibebaskan tetapi akan tunduk pada perintah yang sama yang diberlakukan selama persidangan, melarang dia mendiskusikan kasus tersebut dengan media atau mengunggah di media sosial.

Jaksa menggunakan pesan teks dan surat elektronik Stone - banyak di antaranya tampaknya bertentangan dengan kesaksiannya di kongres - untuk menjelaskan kasus mereka.

Jaksa menuduh Stone berbohong kepada Kongres tentang percakapannya tentang WikiLeaks dengan pembawa acara radio New York dan komedian Randy Credico - yang mencetak wawancara dengan pendiri WikiLeaks, Julian Assange pada tahun 2016, ketika ia menghindari tuntutan dengan berlindung di kedutaan Ekuador di London - dan penulis konservatif dan teori konspirasi Jerome Corsi.

Selama kampanye 2016, Stone telah menyebutkan dalam wawancara dan penampilan publik bahwa dia berhubungan dengan Assange melalui perantara yang dipercaya dan mengisyaratkan pengetahuan orang dalam tentang rencana WikiLeaks. Tetapi dia mulai menekan Credico untuk mengadakan kontak, dan Credico bersaksi bahwa dia menyuruh Stone untuk bekerja melalui perantara sendiri.

Kesaksian sebelumnya mengungkapkan bahwa Stone, ketika muncul di hadapan Komite Intelijen DPR, menunjuk Credico sebagai perantara untuk Assange dan menekan Credico untuk tidak membantahnya.

Jaksa penuntut mengatakan Stone juga mengancam anjing terapi Credico, Bianca, dengan mengatakan dia "akan mengambil anjing itu dari Anda."