Rohim Nyaris Tersambar Pesawat Jatuh

Laporan Wartawan Tribun Jogja Had

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Sebuah pesawat latih dasar TNI AU jenis Tandem Charlie dengan nomor registrasi LD- 3417 jatuh di Dusun Jetis, Desa Kedungsari, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Magelang, Jumat (6/1/2012) sekitar pukul 10.30 WIB. Lokasinya sekitar 25 meter dari Sungai Progo. Pilot pesawat, Kapten  Penerbang Ali Mustofa (35) ditemukan tewas terjepit di bawah pesawat.

Saksi mata yang melihat langsung jatuhnya pesawat ini, Abdul Rohim (57), saat itu sedang mencangkul di sawahnya. Ia mengaku kaget ketika tiba-tiba pesawat dari arah selatan terbang rendah di atas kepalanya.

"Pesawatnya sudah turun dan menyentuh tanah lalu naik lagi hampir menyambar saya. Kemudian langsung menukik ke bawah, menabrak pematang sawah, menabrak pepohonan bambu, menabrak pohon jati, lalu menabrak tebing. Pesawat lalu meledak, suaranya sangat keras sekali," ungkap Rohim sambil terbata-bata saat ditemui beberapa saat setelah kejadian.

Rohim pun sempat memberanikan diri mendekat, namun kemudian urung. Ia memilih segera melapor kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Bandongan.

Anggota Polsek Bandungan, Brigadir Polisi Doni, yang mendapat laporan segera menuju lokasi kejadian. Ia kemudian mengevakuasi pertama kali pilot Ali Mustofa. Menurut Doni, kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia, dan suhu tangannya sudah dingin.

Awalnya ia bersama anggota lain dan warga sekitar mencari korban di sekitar bangkai pesawat. Namun karena aroma bahan bakar pesawat (avtur) yang sangat menyengat dan dihawatirkan akan meledak, ia bermaksud mengambil tabung oksigen yang berada di kabin pesawat.

"Saya melihat helm dalam kabin, kemudian saya pecahkan kacanya, ternyata ketika saya ambil helm itu kok ada yang menyangkut, ternyata itu korban dan sudah berlumuran darah. Tapi pesawat tidak meledak karena tidak ada bekas ledakan maupun kebakaran," ujarnya.

Kemudian proses evakuasi hanya dilakukan dengan manual yakni hanya menggunakan gunting, sabit, gergaji, dan pisau untuk melepas sabuk pengaman beserta kabel yang melilit tubuh korban. Kondisi korban sendiri, lanjut Doni, tangan kiri sudah patah, leher patah, kaki kanan dan paha kanan juga sudah patah akibat terjepit kabin pesawat.

Jenazah korban baru bisa dievakuasi pukul 11.00 dibantu oleh tim dari Basarnas dan langsung di bawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Dr Soejono Magelang. Sekitar pukul 13.00 jenazah langsung dibawa ke Yogyakarta.
 
Sementara serpihan pesawat terlihat tercecer di sekitar lokasi. Roda pesawat terlihat berada di sebuah parit, sayap pesawat berada di ranting-ranting bambu, dan serpihan-serpihan kecil lainnya nampak berserakan. Pesawat hanya menyisakan tiga potongan besar yakni bagian belakang, kokpit, dan baling-baling.

Komandan Wing Pendidikan Terbang Lapangan Udara Adi Sutjipto Yogyakarta, Letkol Pnb M Khairil Lubis yang didampingi Kepala Dinas Personel TNI AU Lanud Adi sutjipto M Syafii saat ditemui di lokasi mengatakan, pesawat Charlie LD 3417 itu dalam kondisi laik terbang. Saat ini, TNI AU langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab  pesawat jatuh.

Dikatakan, Kapten penerbang Ali Mustofa menerbangkan pesawat sekitar pukul 10.01 untuk latihan rutin. "Ini adalah latihan rutin sehari-hari. Untuk penyebab jatuh belum diketahui, maka kami minta pada masyarakat atau siapapun agar jangan memindahkan puing-puing sekecil apapun," katanya.

Setelah jatuhnya pesawat ini, lanjut Khairil, seluruh penerbangan yang di Lanud akan dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan untuk dilakukan evaluasi.

Pesawat buatan dari pabrik Beech Craft Corporation USA tahun 1976 itu, katanya, sebelumnya dalam kondisi laik terbang. "Semua pesawat kondisi baik dan sehat, kalau ga sehat ga digunakan. Kita belum bisa mengetahui penyebabnya," katanya. Eevakuasi pesawat direncanakan akan dilakukan pada Sabtu (7/1/2012) hari ini.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.