Roket Starship untuk Pergi ke Mars Hancur Berantakan

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Elon Musk baru-baru ini mengonfirmasi, bahwa purwarupa roket SpaceX Starship mengalami kecelakaan. Di tengah sesi uji coba yang ditayangkan secara live streaming, mereka memutus siarannya. Video menunjukkan bahwa Starship bernomor SN11 itu disebutkan telah hancur.

Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini menaruh harapan pada roket bisa melakukan uji coba terhadap pesawat ruang angkasa menuju Mars, yang akan membuatnya lepas landas sebelum kembali ke darat dengan selamat.

"Tingkat produksi yang tinggi telah menurunkan kualitas," tulisnya di Twitter. Tampaknya mengacu pada fakta bahwa SpaceX memproduksi sejumlah Starship sehingga mereka dapat melakukan uji coba dengan cepat, bahkan jika roket hancur.

“Setidaknya kawahnya berada di tempat yang tepat!” katanya kemudian, tampaknya mengkonfirmasi adanya ledakan besar dan tidak menyebabkan kerusakan kritis.

Dalam tweet yang lebih rinci, dia mengatakan bahwa 'sesuatu yang signifikan' telah terjadi dan menyebabkan masalah. Tetapi tidak jelas masalah apa yang dimaksud.

Sepertinya mesin 2 mengalami masalah saat naik dan tidak mencapai tekanan ruang operasi selama pembakaran pendaratan, tetapi, secara teori, itu tidak diperlukan, kata CEO SpaceX itu.

Sesuatu yang signifikan terjadi tak lama setelah pembakaran pendaratan dimulai. Menurut Musk, SpaceX telah membangun sejumlah versi berbeda dari Starship, dua di antaranya juga hancur dalam tes sebelumnya.

Masalah terbaru merupakan langkah mundur dari versi sebelumnya, karena mereka telah berhasil mendarat di launchpad dan meledak setelahnya. Versi Starship yang akan datang, SN15 akan memiliki sejumlah perbaikan bawaan, yang dapat menghentikan ledakan serupa di masa depan.

"SN15 meluncur ke landasan peluncuran dalam beberapa hari ke depan. Ini memiliki ratusan peningkatan desain di seluruh struktur, avionik/perangkat lunak dan mesin," jelasnya.

Bos mobil listrik ini berharap perbaikan yang dilakukan itu bisa menutupi masalah yang terjadi sebelumnya. Jika tidak, maka retrofit akan berlanjut hingga beberapa hari lagi.