Rokhmin: Indonesia jangan Kecanduan Impor Ikan

Jakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa Indonesia jangan sampai kecanduan impor ikan karena banyak potensi perikanan, terutama di sektor budi daya perikanan, yang lebih dapat dioptimalkan.

"Kita mesti mewaspadai bahaya kecanduan impor," kata Rokhmin Dahuri di Jakarta, Selasa.

Namun, ujar Rokhmin, untuk menghentikan importasi, pihak pembuat kebijakan juga harus memiliki data yang akurat terlebih dahulu.

Ia menyatakan ketidaksetujuannya dengan analisis kebutuhan impor hasil perikanan 2012 bahwa prediksi jumlah produksi hanya sebesar 9,2 juta ton, yakni 5,4 juta ton untuk produksi perikanan tangkap dan 3,76 juta ton untuk produksi perikanan budi daya.

Menurut dia, seharusnya perkiraan jumlah produksi untuk perikanan tangkap mencapai 6 juta ton, sedangkan prediksi jumlah produksi untuk perikanan budi daya seharusnya bisa mencapai 5 juta ton.

"Potensi sektor budi daya perikanan di Indonesia mencapai 58 juta ton," katanya.

Bila perkiraan jumlah produksi hasil perikanan Indonesia mencapai 11 juta ton, jumlah tersebut dinilai dapat menutupi total kebutuhan konsumsi dan unit pengolahan ikan (UPI) pada tahun 2012 yang diperkirakan 9,81 juta ton.

Sebelumnya, impor hasil perikanan pada tahun 2012 diperkirakan meningkat hingga sebesar 35,5 persen, yaitu dari sebanyak 0,45 juta ton pada tahun 2011 menjadi sebesar 0,61 juta ton pada tahun 2012.

Data tersebut yang didasarkan pada analisis kebutuhan impor hasil perikanan pada tahun 2012 yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, dalam rapat kerja yang dilakukan dengan Komisi IV DPR, RI, Jakarta, Senin (13/2).

Sharif memaparkan prediksi kebutuhan impor hasil perikanan pada tahun 2012 sebesar 0,61 itu diperoleh dari pengurangan prediksi produksi sebesar 7,68 juta ton dengan total prediksi kebutuhan konsumsi dan UPI yang mencapai 9,81 juta ton.

Sementara analisis kebutuhan impor hasil perikanan pada tahun 2011 atau tahun sebelumnya adalah sebesar 0,45 juta ton yang diperoleh dari pengurangan produksi sebesar 7,57 juta ton dengan total kebutuhan konsumsi dan UPI yang ketika itu hanya mencapai 8,53 juta ton.

Prediksi produksi pada tahun 2012 itu terbagi atas 5,44 juta ton produksi perikanan tangkap dan 3,76 produksi perikanan budi daya.

Diperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku UPI dari 0,96 juta ton pada tahun 2011 bakal meningkatkan menjadi 2,13 juta ton pada tahun 2012.

Angka melonjaknya kebutuhan itu diperoleh pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak seperti Asosiasi Pengusaha Pindang Ikan Indonesia (Appikando). (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.