Rolling Stones dan Musisi Lain Kecam Trump Gunakan Lagunya di Kampanye

DREAMERS.ID - The Rolling Stones mengecam Donald Trump atas pemakaian lagu mereka dalam kampanye yang dilakukan tanpa izin. Mereka merasa keberatan dan tak segan untuk membawa hal ini ke ranah hukum.

"Penggunaan lagu-lagu The Rolling Stones secara tidak sah merupakan pelanggaran terhadap hak lisensi mereka," ungkap pernyataan resmi grup band tersebut. "Jika Donald Trump mengabaikan peringatan ini, maka ia akan menghadapi gugatan karena memainkan lagu tersebut," lanjut pernyataan.

Ini bukan kali pertama The Rolling Stones melakukan hal ini. Dia pernah menggunakan lagu Rolling Stones berjudul ‘You Can't Always Get What You Want’ tanpa izin untuk menarik antusiasme massa dalam kampanyenya di tahun 2016.

Tak hanya Rolling Stones, baru-baru ini musisi Brendon Urie juga menyampaikan amarahnya karena lagu ‘High Hopes’ milik band-nya Panic! At The Disco diputar dalam kampanye Trump. Di Twitter Brandon bahkan berani dengan tegas mengajak penggemarnya untuk tidak lagi memilih Trump.

"Donald Trump tak merepresentasikan apa pun yang kita perjuangkan. Harapan terbesar kita adalah lewat voting ini monster tersebut keluar pada November," tulisnya sambil menyertakan link registrasi pemilih.

Keluarga almahrum musisi Tom Petty juga menolak lagunya yang bertajuk ‘I Won't Back Down’ yang dirilis pada 1989 itu digunakan Trump saat kampanye. Alasannya, keluarga dengan tegas menentang rasisme dan diskriminasi dan Tom Petty tidak akan pernah ingin lagu miliknya digunakan untuk kampanye kebencian.

Berita Lainnya :

Linkin Park Ungkap Punya Lagu Mendiang Chester Bennnington yang Belum Dirilis

Camila Cabello Hadiahkan Video Musik Emosional ‘First Man’ untuk Ayah