AS Roma Borong Pemain Belakang

TRIBUNNEWS.COM – Pelatih anyar AS Roma, Rudi Garcia rupanya lebih memprioritaskan sektor pertahanan pada bursa transfer musim panas ini. Tak tanggung-tanggung, dalam rentang waktu kurang dari dua hari, pelatih asal Prancis ini mendatangkan tiga pemain untuk memperkuat lini belakang.

Yang terbaru, AS Roma resmi mendapatkan bek tangguh Udinese, Mehdi Benatia. Tim berjuluk "Srigala ibu kota" ini mendatangkan pemain berusia 26 tahun itu dengan biaya sebesar 13,5 juta euro atau setara Rp 176 miliar.

Pemain internasional Maroko itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun. Benatia memang menjadi incaran AS Roma sejak musim lalu. Mereka beruntung bisa mendapatkannya musim ini, menyalip Manchester United yang juga ngebet mendapatkan Benatia.

Dalam pernyataan resmi di situs klub, Roma memuji sosok bek berusia 26 tahun asal Maroko tersebut. "Mehdi Benatia lebih dari sekadar otot. Fisiknya yang tinggi adalah aset untuk posisinya sebagai bek, namun ia juga punya bakat lengkap. Ia punya kemampuan kaki kanan yang bagus untuk mencetak gol."

Akan tetapi, perekrutan Benatia memakan korban. AS Roma harus melepas dua pemain mudanya ke Udinese sebagai bagian dari transfer Benatia. Kedua pemain tersebut adalah Valerio Verre dan Nicolas Lopez.

Verre adalah pemain jebolan akademi AS Roma, tapi belum pernah tampil bersama tim senior Roma. Pemain yang dipinjamkan ke Siena musim lalu itu dihargai 2,5 juta Euro (Rp 32 miliar), sementara Lopez dihargai 1 juta Euro (13 miliar).

Sebelumnya, Giallorossi berhasil mendatangkan pemain belakang asal Kroasia, Tin Jedvaj. Roma berhasil memenangkan perburuan bek 17 tahun itu dengan Tottenham Hotspur. Jedvaj dikontrak hingga 2016.

AS Roma juga mendapatkan penjaga gawang asal Polandia, Lukasz Skorupski. Kiper berusia 22 tahun itu direkrut dari Gornik Zabrze, dan diikat dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Pelatih Rudi Garcia sendiri didatangkan AS Roma dari Lille, menggantikan posisi Aurelio Andreazzoli, yang sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih interim menggantikan Zdenek Zeman. Sang Allenatore anyar ini harus bisa mengembalikan I Giallorossi kembali bersaing di papan atas Serie A, setelah musim 2012/13 lalu hanya mampu finis di peringkat enam. Di mana kondisi tersebut yang menjadi sasaran kritikan para fans Roma sendiri.

"Kesan pertama saya selalu positif. Kualitas yang hebat datang dari etos kerja yang telah tertanam ke dalam pemain," ujar Garcia, dilansir Football Italia .

Garcia menyebut para fan yang mengkritik timnya adalah para fans dari rival abadi mereka, Lazio. "Orang yang mengkritik kepada klub dan pemain tidak bisa disebut fan Roma. Mungkin saja mereka fan Lazio," katanya.

Selama lima tahun membesut Lille, Garcia sendiri mempersembahkan dua gelar, yaitu juara Ligue 1 (2010/11) dan Coupe de France (2010/11). Sementara Roma merupakan tim luar Prancis pertama yang ditukangi oleh pelatih berusia 49 tahun tersebut. (Tribunnews.com/den)

Baca Juga:

AS Roma Tak Rela Totti Pensiun

Conte Pesimis Juventus Hattrick Scudetto

Totti Menyiratkan Pensiun dari Roma

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.