Rombongan Pertama Jemaah Haji Khusus RI Tiba di Madinah

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 36 jemaah haji khusus Indonesia tiba di Bandara Internasional AMMA Madinah, siang ini, Rabu (15/6) pukul 10.30 WAS. Jemaah terbang dari Tanah Air menggunakan pesawat Qatar Airways.

Selain 36 jemaah terdapat 3 petugas yang mendampingi. Selama di Madinah, jemaah haji khusus akan menginap di Hotel Dar al Iman Intercontinental.

Pantauan tim Media Center Haji di Bandara AMMA Madinah, jemaah kompak mengenakan baju berwarna hijau. Jemaah langsung diberangkatkan menuju hotel menggunakan bus.

Kasie Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Daker Madinah, Rudi Ambari mengatakan, kuota jemaah haji khusus tahun ini berjumlah 7.226 atau sekitar 8% dari total keseluruhan kuota haji Indonesia tahun 2022 yakni 100.051 orang.

"Tetapi sampai 14 Juni 2022, sudah ada sekitar 7.219 jemaah yang mengkonfirmasi keberangkatannya," kata Rudi kepada tim MCH.

Kepala Daker Madinah, Amin Handoyo menambahkan, PPIH Arab Saudi siap memberikan pengawasan terkait penyelenggaraan ibadah haji khusus. Meskipun secara pelaksanaan menjadi yang tanggung jawab PIHK.

"Misalnya dari sisi pengawasan, apakah hotel ditempati sesuai dengan kontrak ditandatangani. Kita pastikan jemaah dapatkan layanan sesuai dijanjikan," kata Amin.

Selain melakukan pengawasan, pihak PPIH akan memantau apakah ada pelanggaran yang mungkin dilakukan PIHK terhadap jemaah haji khusus. Jika ditemukan pelanggaran maka akan ada sanksi bahkan terberat bisa sampai pencabutan izin.

"Jadi kita sudah buat sistem aplikasi berbasis website dan android. Kita pantau dari kedatangan, ketibaan juga di penginapan sampai geser ke Makkah. Mereka harus laporkan itu," tambah Kabid PIHK, Mujib Roni.

"Sanksi pasti, tapi tentu awalnya kita mitigasi dulu, masalahnya apa, tapi sanksinya apa itu di Tanah Air."

Jemaah Pilih Haji Khusus Agar Lebih Nyaman

Bambang Priambodo (55), jemaah haji khusus asal Surabaya menceritakan alasannya memilih berangkat dengan kuota haji khusus. Bambang sebelumnya sudah empat kali melaksanakan umrah terakhir pada 2018.

"Pertama pasti fasilitas dan kita pingin khusyuk ibadah," kata Bambang didampingi istrinya.

Bambang mengaku sudah menunggu lama untuk bisa berangkat. Dia dan istri seharusnya berangkat pada 2020 lalu, namun mundur dua tahun karena pandemi.

"Kita menabung sudah lama ya, kita siapkan untuk haji ini," katanya.

Diakuinya, biaya atau ongkos haji khusus memang lebih tinggi dari haji regular. Tetapi dia merasa cukup bahagia karena sesuai dengan layanan didapat. Salah satunya, jarak menuju ke Masjid Nabawi sangat dekat. Buatnya, sangat membantu untuk melaksanakan salat Arbain.

"Saya ongkosnya satu orang 21.750 USD untuk paket haji nontransit," tutup Bambang. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel