Romney akan terus bungkam soal pilihannya pada Pilpres 2020

WASHINGTON (AP) - Senator Utah Mitt Romney pada Senin menjadi tokoh Republik terbaru yang meragukan dukungannya untuk terpilihnya kembali Presiden Donald Trump dengan mengatakan ia akan "tetap bungkam" mengenai siapa yang akan dia dukung November nanti.

Romney, calon presiden dari Partai Republik pada Pemilu 2012, mengatakan kepada wartawan di Capitol Hill bahwa "Saya tidak akan menyebutkan siapa yang akan saya pilih." James Mattis dan Senator Alaska Lisa Murkowski menyampaikan kritik atas cara Presiden Trump menangani unjuk rasa yang terus berlangsung guna memprotes pembunuhan polisi terhadap warga kulit hitam Amerika.

Pada 2016, Romney mengatakan di depan umum bahwa dia tidak akan mendukung Trump maupun calon Demokrat, Hillary Clinton. Dia kemudian mengatakan bahwa dia telah memberikan suaranya untuk istrinya, Ann.

Jenderal Purnawirawan Colin Powell, yang menjabat menteri luara negeri pada era Presiden George W. Bush, mengambil langkah lebih tegas terhadap Trump dengan mengatakan kepada CNN pada Minggu bahwa dia akan mendukung calon presiden Demokrat Joe Biden November ini. Powell mengaku memilih Clinton pada Pemilu 2016.

Hubungan antara Trump dan Romney sangat sengit.

Romney adalah satu-satunya senator GOP yang mendukung pencopotan Trump dari jabatannya setelah pengadilan pemakzulan presiden awal tahun ini. Trump mencemooh dia sebagai "bodoh" dan "calon presiden gagal."

Setelah senator itu menghadiri pawai untuk keadilan rasial pada Minggu guna mendeklarasikan "black lives matters", Trump mencuit sarkastis tentang "ketulusan" Romney.

Romney mengabaikan kritik itu Senin dengan menyebut Trump telah "punya waktu untuk melakukan apa pun yang menurutnya tepat" dan bahwa "saya akan menganggap" sang presiden sudah mempertimbangkan mendukung langkah reformasi kepolisian, mengingat ekspresi publiknya yang prihatin terhadap pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam terborgol, oleh seorang petugas kepolisian kulit putih di Minneapolis.

___