Ronald Koeman yang Mulai Jengah

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVARonald Koeman tak bisa lagi menyembunyikan rasa jengah harus menghadapi pertanyaan mengenai masa depannya bersama Barcelona. Hal yang kembali muncul jelang final Copa del Rey.

Koeman akan memimpin Lionel Messi dan kawan-kawan menghadapi Athletic Bilbao di Estadio de La Cartuja pada Minggu dini hari WIB 18 April 2021.

Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, juru taktik asal Belanda itu ditanya mengenai kemungkinan nasibnya jika tak berhasil membawa Barcelona menjadi juara.

Karena di Liga Champions peluang mereka sudah kandas. Sedangkan di LaLiga, perjuangannya terlihat semakin berat.

"Aneh rasanya saya harus menanggapi hal semacam ini. Saya tahu sebelum pertandingan apa yang akan terjadi jika kami menang dan apa yang terjadi jika kami tidak menang," kata Koeman, dikutip dari Marca.

"Kami memiliki 19 pertandingan beruntun dan saya harus menjawab pertanyaan tentang masa depan. Saya harus menerimanya, tapi saya tidak setuju dengan itu," imbuhnya.

Bagi Koeman, menghadapi tekanan seperti ini terasa aneh bagi dirinya. Tapi, karena ini adalah risiko pekerjaan, dia harus menerimanya.

Dengan bekal pengalaman bahkan sejak masih jadi pemain, dia merasa sudah mulai menemukan cara mengatasi tekanan seperti ini.

"Ini hal yang aneh, tapi ini pekerjaan saya. Saya tahu harus menghadapi tekanan ini dan saya tahu bagaimana menanganinya," tutur Koeman.

Sebelum menerima pinangan Barcelona pada 2020, Koeman telah dua tahun menangani Timnas Belanda. Dia sudah mengenyam banyak pengalaman seperti di Premier League bersama Southampton dan Everton.