Ronaldinho berharap diizinkan pulang setelah jalani hukuman 70 hari di Paraguay

Asuncion (AFP) - Pengacara mantan bintang sepak bola Ronaldinho dari Brazil berharap kliennya diizinkan pulang setelah lebih dari dua bulan ditahan di Paraguay karena paspor palsu.

"Kami berharap untuk meyakinkan penuntut untuk memungkinkan Ronaldinho dan saudaranya kembali ke negara mereka. Kami tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu penyelidikan berakhir," kata sumber pembela kepada AFP.

Ronaldinho, mantan bintang Barcelona, AC Milan dan Paris Saint-Germain Ronaldinho dan saudaranya, Robert de Assis Moreira, menghadapi hukuman lima tahun penjara jika terbukti bersalah.

Dua bersaudara itu menghabiskan lebih dari sebulan di balik jeruji besi setelah mereka dituduh memasuki Paraguay dengan menggunakan paspor palsu.

Pemenang Ballon d'Or 2005 dan saudara lelakinya itu membayar uang jaminan sebesar 1,6 juta dolar AS dan telah ditahan di rumah mewah Palmaroga Hotel di pusat kota bersejarah Asuncion, ibukota Paraguay, sejak 7 April.

Jaksa penuntut umum memiliki waktu enam bulan untuk menyelidiki kasus ini, dan telah memerintahkan penangkapan 18 orang lainya sehubungan dengan kasus itu.

"Tidak ada satu pun bukti serius yang memberatkan dia," kata Rogelio Delgado, presiden persatuan pesepakbola Paraguay kepada AFP.

"Meskipun dia memiliki penjara mewah, itu sangat tidak adil dia masih ditahan," tambah Delgado, mantan pemain internasional Paraguay.

Ronaldinho yang berusia 40 tahun tidak banyak berkomentar sejak dibebaskan dari balik jeruji, paling tidak sebagai tindakan penguncian virus corona.

"Saya benar-benar terperangah ketika mengetahui bahwa paspor ini tidak sah," kata Ronaldinho kepada surat kabar Paraguay, ABC bulan lalu dalam satu-satunya pernyataan publiknya sejak pembebasannya.

Ronaldinho, yang dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbesar sepanjang masa, memainkan peran sangat penting dalam kemenangan Piala Dunia 2002 bagi Brasil.

Dia dan saudara kandungnya Robert - yang juga manajer bisnisnya - awalnya tidak menemui masalah setelah tiba di Asuncion dari negara tetangga Brazil pada 4 Maret.

Namun, tak lama setelah kedatangan, mereka dibawa ke tahanan polisi ketika penyelidik menggerebek hotel mereka setelah mengetahui bahwa paspor mereka palsu.

Ronaldinho, yang mendapat sambutan ibarat bintang rock di Asuncion oleh sekitar 2.000 anak-anak dan remaja, mengatakan dokumen-dokumen itu telah diberikan kepadanya oleh sponsor dari sebuah yayasan amal yang bekerja dengan anak-anak yang kurang beruntung.

Investigasi sejak itu berkembang menjadi kasus pencucian uang.