Ronaldo Minta Maaf kepada Seluruh Ibu di Dunia karena Gaya Rambutnya di Piala Dunia 2002

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, meminta maaf kepada 'semua ibu' di seluruh dunia terkait rambut konyolnya pada Piala Dunia 2002. Ia merasa tidak enak karena gaya yang disebutnya sangat buruk itu malah jadi tren buat anak-anak.

Mantan superstar Real Madrid itu membawa Brasil meraih kejayaan Piala Dunia 2002 yang diadakan di Jepang dan Korea Selatan. Tepat sebelum laga semifinal melawan Turki, Ronaldo sempat mencukur rambutnya dan hanya menyisakan satu tambalan di bagian depan kepalanya.

Ada alasan di balik keputusannya memilih potongan rambut tersebut karena Ronaldo mengklaim dia mengalami cedera sebelum pertandingan dan tidak ingin berbicara dengan media tentang hal itu.

"Saya melihat rekan tim saya dan bertanya, 'Apakah Anda menyukainya?' Mereka berkata, 'Tidak, ini mengerikan! Hentikan ini!' Tapi jurnalis melihat potongan rambut saya dan melupakan cedera yang saya dapat," kata Ronaldo kepada Sports Illustrated.

Ronaldo lantas meminta maaf kepada seluruh ibu di seluruh dunia mengingat potongan rambutnya menjadi tren. "Saya minta maaf kepada semua ibu yang melihat anak-anak mereka membuat potongan rambut yang sama."

Ronaldo mencetak delapan gol pada tahun 2002 saat Brasil memenangkan Piala Dunia kelima mereka. Dia mencetak seluruh gol dalam kemenangan 2-0 atas Jerman dan itu sebelum pindah ke Real Madrid dari Inter Milan, dengan gaya rambut baru.

Gol Terbaik

Mantan pemain Real Madrid, Ivan Campo, menyebut sosok Ronaldo Nazario menjadi salah satu pemain yang paling ditakutinya. (AFP/Andreu Dalmau)
Mantan pemain Real Madrid, Ivan Campo, menyebut sosok Ronaldo Nazario menjadi salah satu pemain yang paling ditakutinya. (AFP/Andreu Dalmau)

Dua gol yang dicetak Ronaldo ke gawang Jerman pada final Piala Dunia 2002 dianggapnya sebagai yang terbaik dari seluruh gol yang ia cetak sepanjang kariernya di lapangan hijau.

"Saya menyukai semua gol saya, mereka seperti bayi saya," tambah Ronaldo.

"Saya selalu memilih keduanya bersama Brasil melawan Jerman di final Piala Dunia 2002. Mereka bukan yang terindah, tapi saya pilih itu karena pentingnya buat saya dan timnas. Dua tahun sebelumnya tidak ada yang percaya saya bisa bermain sepak bola lagi. Saya adalah pencetak gol terbanyak, dan kami memenangkan Piala Dunia."

"Dua gol itu mewakili perjuangan besar saya selama dua tahun berkutat dengan cedera," katanya lagi.

Sumber: Sports Illustrated

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: