Ronaldo Paling Hebat, Tapi Doyan Bikin Masalah

Zaky Al-Yamani

VIVA – Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello menggambarkan Ronaldo Luiz Nazario sebagai pemain paling terhebat yang pernah dia latih. Tapi di saat yang sama, dia menyebut bahwa Ronaldo juga bikin banyak masalah.

"Bakat terbesar yang pernah saya latih adalah Ronaldo. Tetapi pada saat yang sama dia adalah pemain yang menciptakan banyak masalah bagi saya di ruang ganti," kaa Capello dilansir Soccerway, Kamis 21 Mei 2020.

"Dia biasa mengadakan pesta dan melakukan segalanya. Suatu kali Ruud van Nistelrooy berkata kepada saya 'pelatih, ruang ganti berbau seperti alkohol'," lanjut mantan pelatih Timnas Inggris tersebut.

Baca: Ronaldo Tinggalkan Madrid Karena Diperlakukan Seperti Tahanan

Ronaldo bermain di bawah asuhan Capello hanya selama enam bulan di Real Madrid. Sebelum akhirnya dia dijual ke AC Milan pada Januari 2007. Di Madrid, Ronaldo total telah mencetak 104 gol dalam 177 penampilan.

Legenda Brasil itu hanya tujuh kali tampil dan mencetak satu gol di LaLiga di bawah asuhan Capello. Di musim itu posisinya digantikan Ruud van Nistelrooy. Ronaldo juga sempat konflik dengan Capello sebelum pindah ke Milan.

"Ketika Ronaldo akhirnya pindah ke Milan, kami mulai meraih kemenangan. Tetapi jika kita berbicara tentang bakat, maka dia yang terhebat, tanpa ada keraguan," jelas Capello.

Madrid kemudian memenangkan LaLiga di bawah asuhan Capello di musim itu. Sementara Ronaldo dilepas oleh AC Milan pada akhir musim 2008, menyusul cedera lutut serius yang dialaminya.

Legenda hidup Timnas Brasil, Ronaldo Luis Nazario da Lima

Sebelumnya, Ronaldo memang mengakui berkonflik dengan sang pelatih, Fabio Capello di Real Madrid. Kondisi yang membuatnya harus rela pergi meski sebenarnya masih ingin bertahan di Santiago Bernabeu.

"Saya meninggalkan Real Madrid di luar kehendak saya. Karena saya memiliki banyak masalah dengan Fabio Capello. Mungkin bahkan jika saya kelebihan berat badan 100 gram, dia akan mengeluarkan saya dari skuat."

Konflik yang semakin memanas dengan Capello membuat Ronaldo tidak betah di Real Madrid. Itu sebabnya Ronaldo akhirnya memilih hijrah ke AC Milan pada 18 Januari 2007 dengan nilai transfer hanya €8.05 juta.

"Saya pikir dia memperlakukan saya seperti tahanan. Jika saya bermain buruk, itu karena saya dituduh kelebihan berat badan. Hubungan kami menjadi jauh sampai sangat berjarak hingga terjadi banyak gangguan

"Dan ketika hal itu terjadi, ketika posisi pelatih lebih kuat, klub harus memutuskan (apakah akan mempertahankan pelatih atau pemain)," lanjut pahlawan Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 itu.

Baca juga:

Capello Peringatkan Lautaro Jangan ke Barcelona, Ini Sebabnya

Ronaldinho Akhirnya Cerita soal Kehidupannya di Penjara

Alasan Ronaldo Hobi Hura-hura dan Pesta Bareng Cewek