Room to Read dan Ashoka ajak anak jadi pembaharu lewat 12 buku cerita

Lembaga nirlaba yang fokus pada literasi anak, Room to Read, bersama jejaring kewirausahaan global, Ashoka Foundation, mengajak anak-anak untuk menjadi penggerak perubahan lewat 12 buku cerita bergambar.

"Membaca sejak dini amat penting bagi kecintaan anak-anak terhadap pengetahuan dan literasi," ujar Direktur Ashoka Asia Tenggara Nani Zulminarni saat peluncuran 12 buku Becoming a Changemaker di Jakarta Book fair, JCC, Jakarta, Minggu.

Kompilasi 12 buku bergenre nonfiksi naratif ini terangkum dalam sebuah tema besar, yakni Becoming a Changemaker: Menjadi Penggerak Perubahan. Bestari, Bhuana Ilmu Populer, dan Nourabooks dipilih untuk berkolaborasi dalam penerbitan buku tersebut.

Baca juga: Manfaat bacakan buku untuk anak sebelum tidur

Sebelum diterbitkan, para penulis dan ilustrator mendapat bimbingan lewat workshop dan mentoring dari Room to Read, sehingga dapat menyajikan kisah para penggerak perubahan dengan seru, imajinatif, dan sesuai dengan dunia anak-anak.

Masing-masing buku menceritakan kisah-kisah inspiratif seperti bagaimana seorang siswa merangkul teman yang dicap bermasalah? Bagaimana menyelamatkan desa dari sampah plastik? Hingga bagaimana mengajak manajemen hotel mengelola sampah sambil menguntungkan peternak?

Nani mengatakan buku 12 kisah pembaharu Indonesia ini dirancang bagi anak-anak usia 7-12 tahun agar gemar membaca, tak gentar melihat masalah, dan berani membuat perubahan.

Menurutnya, perubahan cepat yang terjadi sekarang mengharuskan semua pihak menyiapkan anak-anak yang mampu menghadapi perubahan dan harus bisa memecahkan masalah.

"Selain itu, kita juga harus membuka realitas dunia yang penuh masalah kepada anak-anak sambil mengajak mereka untuk tidak takut masalah, bahkan mampu menciptakan perubahan yang berguna bagi komunitasnya," kata dia.

Global Project Director Room to Read, Joel Bacha mengatakan untuk menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi pada anak-anak, harus memberikan atau menyajikan buku-buku bacaan yang menarik dan imajinatif.

"Dengan demikian, anak-anak jadi gemar membaca. Room to Read berkomitmen mendukung para penulis, ilustrator, dan penerbit buku anak di Indonesia agar terus mendapat tempat di hati anak-anak," kata dia.

Buku-buku serial Becoming a Changemaker ini ditulis dalam genre nonfiksi naratif, yakni kisah nyata yang dilukiskan dengan kaidah-kaidah cerita fiksi, penokohan, plot, dan beragam elemen cerita.

Baca juga: Bacakan buku bisa ciptakan rasa tenang bagi anak

Baca juga: Penulis: Buku cerita yang baik mampu buka pikiran anak

Di antara tokoh-tokoh pembaharu yang diangkat ke dalam serial buku-buku tersebut ada Butet Manurung (penggerak sekolah bagi anak-anak rimba), Tri Mumpuni (penggerak diciptakannya sumber energi terbarukan di desa-desa melalui mikro-hidro).

Kemudian, Nani Zulminarni (penggerak gerakan perempuan kepala keluarga), hingga Nabila Ishma (penggerak gerakan inklusi dan terciptanya ruang kreatif di sekolah untuk semua anak).

Buku-buku serial Becoming a Changemaker ini dapat dibeli di toko-toko buku, diakses oleh sekolah dengan menggunakan dana BOS sekolah, dan dapat diakses secara gratis melalui pelantar www.literacycloud.org.