Rosan P Roeslani, Mantan Ketua Umum Kadin Jadi Dubes AS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Ketua Umum kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani diangkat menjadi Duta Besar Amerika Serikat (AS). Hal ini diketahui dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/8/2021).

Dalam surat keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang merupakan perusahaan induk pertambangan, tertulis bahwa Presiden Komisaris Perseroan yakni Rosan Roeslani mengundurkan diri.

Pengunduran diri dilakukan sebagai pemenuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

“Melalui surat ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 24 Agustus 2021 Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Rosan Perkasa Roeslani sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Perseroan,” tulis keterbukaan informasi tersebut.

Dijelaskan, pengunduran diri yang dilakukan Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia itu karena Rosan mendapat penugasan baru dari Pemerintah Republik Indonesia, untuk menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

“Sebagai proses lebih lanjut atas pengunduran diri Komisaris Perseroan tersebut, kami akan melaksanakan proses sebagaimana yang diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

ketika dikonfirmasi Liputan6.com, Rosan mengakui bahwa dirinya mundur dari Bumi Resources, "Iya mundur," jelas dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Daftar Nama

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P Roeslani. (Istimewa)
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Rosan P Roeslani. (Istimewa)

Sebelumnya, keluar daftar nama yang akan menjabat sebagai Duta Besar (Dubes) di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) beredar. Salah satunya adalah mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani.

Rosan akan memimpin KBRI di Washington DC, Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Teuku Faizasyah, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum bisa memberikan tanggapan. Pasalnya, dalam praktik diplomasi nama-nama calon Dubes tidak dibuka ke publik.

"Dalam praktik diplomasi, nama-nama calon Dubes tidak dibuka ke publik dan lazimnya sampai diperoleh persetujuan dari negara yang dituju atas calon Dubes tersebut," kata Faizasyah saat dihubungi Liputan6.com pada Sabtu (20/2/2021).

Berdasarkan informasi yang beredar, daftar tersebut berisi 32 nama perwakilan Indonesia di luar negeri. Tiga diantaranya adalah Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel