Rossa antara Tawa, Air Mata, dan Ramadhan

Rossa antara Tawa, Air Mata, dan Ramadhan

Sebelum memulai cerita, nama Rossa baru saja mengisi berita hiburan Indonesia dengan pencapaiannya sebagai Best Female Artist di ajang Anugerah Planet Muzik di Singapura. Penghargaan musik untuk tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Indonesia, tersebut, menjadi salah satu pengakuan kariernya sebagai penyanyi pop di Tanah Air dan Asia Tenggara.

Apa itu triknya, yaitu bertahan di safety zone untuk terus sukses?

“Buatku berada di safety zone itu penting, cuma aku harus tetap berani bermain di dalam ranah itu, dalam arti aku nggak boleh membosankan. Aku memang berada di zona yang sama sejak single “Nada-Nada Cinta”, tapi harus lebih kreatif mengolahnya. Misalnya, aku juga menyanyikan lagu upbeatseperti “Hey Ladies” atau “Pudar”, lalu mengeluarkan single akustik seperti “ Ku Menunggu”, atau yang grande sekalian seperti “Ayat-Ayat Cinta”. Itu semua aku berani bermain, antara musik, aransemen, dan pemilihan lagu yang akan menjadi hits. Aku juga nggak terus-terusan menjagokan lagu yang sama setiap saat, karena sangat tahu itu akan sangat membosankan. Ilmuku juga terus bertambah dengan banyaknya musisi yang menurunkan ilmunya. Seperti Yovie Widianto yang memberi tahu caranya menyanyi dengan suara yang tetap terdengar komersil agar publik selalu suka mendengar laguku, begitu juga dengan Melly Goeslaw sering membuatkan lagu dengan lirik yang bagus sesuai dengan karakter vokalku.”

Ia kini juga adalah Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Sri Rossa Swarakaloka

“Beberapa waktu lalu, aku beserta teman-teman yang lain seperti Lula Kamal dan Putri Indonesia 2011, Astrid Ellena, diwisuda untuk mendapatkan gelar kebangsawanan dari Raja Kraton Surakarta, Pakubuwono XIII, Tedjowulan, di kediaman Ibu Mooryati Soedibyo sebagai bentuk penghargaan terhadap apa yang sudah dilakukan di bidang masing-masing. Menurutku itu kegiatan yang bagus, karena itu adalah salah satu bentuk pelestarian budaya Indonesia, sama halnya seperti di Malaysia dengan pemberian gelar Datuk atau Datuk Sri. Menurutku itu bukan untuk mendiskriminasi atau memberi perbedaan lapisan masyarakat, tapi sebagai bentuk pelestarian budaya. Untuk aku pribadi, bangga banget namaku ditambahkan Kanjeng Mas Ayu Tumenggung, karena nggak semua orang bisa mendapatkan itu, dan juga kuanggap sebagai bentuk apresisasi dan pengakuan terhadap karier yang kujalani.”

Beranjak membicarakan Bulan Suci Ramadhan, Rossa menyambut bulan istimewa ini sebagai saatnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan terkendali, baik dari urusan emosi hingga frekuensi makan.

Bulan puasa Ramadhan, tantangan tersendiri untukku.

“Untuk bulan puasa, aku menghindari menerima tawaran menyanyi di siang hari, karena khawatir mengganggu ibadahku. Biar bagaimana pun, risiko suara serak atau haus itu nggak bisa dihindari, jadi sebaiknya aku sendiri yang membatasi. Bulan puasa juga bisa dilihat dari perubahan hidupku yang tadinyasingle, lalu menikah, dan kini jadi single mother. Dari ketiga status itu, arti puasanya nggak berubah, hanya rasanya yang berbeda. Dulu sendiri, lalu sempat punya suami, kini cuma punya Rizky, semua kunikmati dan bawa senang saja. Yang pasti, aku yang suka makan, memang juga harus menahan hawa nafsu satu itu, makanya membuatku selalu menantikan adzan Magrib.”

Sebagai seorang perempuan yang kembali sendiri dari masalah rumah tangga yang tampak di mata publik, Rossa membangun benteng pertahanan terhadap masalah pribadinya.

Aku sadar bahwa semua orang ingin tahu kehidupan pribadiku

“Menurutku itu wajar saja kalau sebagai figur publik, orang selalu ingin tahu tentang hidupku. Kehidupanku memang nggak sempurna, tetap banyak kesalahan, tapi aku selalu ingin memberi sisi pembelajaran dari kesalahanku dengan memberi contoh yang positif. Ambil saja contoh aku gagal berumahtangga, tapi tetap bisa menjalin silaturahmi yang baik dengan mantan suami dan keluarganya, serta tetap menjaga hubungan ayah-anak dengan Mas Yoyo dan Rizky. Nah, untuk masalah aku sekarang sedang dekat dengan siapa, aku menolak memberitahukan siapa namanya, karena statusku yang sekarang mudah memancing fitnah dan berpotensi menimbulkan anggapan jelek di mata masyarakat kalau aku punya hubungan dengan beberapa orang. Makanya, untuk amannya, aku bilang memang sedang dekat dengan seseorang tapi namanya rahasia.”

Not looking for a serious relationship

“Bisa dibilang, aku sedang nggak serius dengan siapa pun, karena memang lagi nggak mencari, belum mendapatkan yang pas di hati. Sekarang saya sedang dalam tahap bersenang-senang saja dulu, menghabiskan waktu bersama, sambil mengenal lebih dalam, tapi belum mau diseriusi.”

Susah memulai hubungan baru?

“Iya memang nggak mudah memulai hubungan dengan status sepertiku, karena nggak bisa dipungkiri banyak rasa mindernya. Cuma setelah dipikir lagi, kenapa harus kenapa minder, karena aku toh nggak merugikan orang lain? Apalagi, I have a very gorgeous son, dan itu jadi sesuatu yang harus kubanggakan. Dan, kalau orang yang dekat denganku bisa menerima Rizky dengan baik, berarti dia juga bisa menerimaku dan keluargaku apa adanya. Nah, di situlah tantangannya untuk menemukan laki-laki yang benar tulus. Untuk bagaimana kelanjutannya, aku nggak tahu akan dalam berapa tahun lagi membawa hubungan ini ke jenjang berikutnya, karena pada dasarnya ketika aku suka dengan seseorang, sebetulnya sudah serius, namun kondisinya ketika aku pacaran, nggak harus serius mau nikah, dibawa santai saja.”

Apa yang orang nggak tahu tentang Rossa?

“Aku sebetulnya ringkih di dalam dan kuat di luar. Jadi, ketika aku sedih, aku lebih suka menyimpannya sendiri, kalau mau nangis ya nangis sendiri. Kalau lagi rame-rame sama orang jarang banget aku sedih, sukanya ketawa-ketawa aja. Ini bukan introvert sih sebenarnya, tapi aku memang nggak suka berbagi kesedihan dengan orang lain, lebih senang berbagi kebahagiaan. Malu aja rasanya kalau sedih-sedih dilihat orang.”

Sahabat itu hartaku

‘Teman yang baik untukku adalah yang bisa mendukungku ketika susah dan itu nggak gampang menemukan teman-teman seperti itu, karena banyak juga yang datang hanya saat senang. My very best friend dimulai dari asisten pribadiku, Renny, lalu manajerku, Gema dan Intan. Persahabatan yang kemudian menjadi bisnis itu benar-benar bermula dari lingkup yang kecil, jadi mereka sudah tahu aku dari lama dan bisa juga berteman dengan teman-temanku yang lain. Alhamdulillah banget.”

Sudah hampir menjelang malam dan Rossa sedang bergegas pulang, pertanyaan terakhir saya sempatkan untuk ditanyakan padanya.

Air mataku bukan untuk di depan kamera

“Aku merasa dari dulu hidupku sama aja, makanya kalau kata Teh Melly (Goeslaw) aku penikmat hidup, jadi mau senang atau sedih selalu kunikmati. Mudah-mudahan aku selalu bisa bersyukur dan mengambil sisi terang dari apapun kehidupanku seperti sekarang ini. Aku nggak mau jadi orang yang pemurung dan bikin orang lain di sekitarku jadi bad mood juga. Pokoknya aku nggak akan mau nangis di depan kamera.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel