Rossa Penuhi Panggilan Polisi Terkait DNA Pro: Saya Cuma Menyanyi karena Ada Kontrak

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani atau yang akrab disapa Rossa akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Bareskrim Polri terkait kasus investasi robot trading DNA Pro, pada Kamis (21/4) malam.

"Hari ini saya didampingi pengacara. Kita dapat panggilan sebagai saksi dan Insyaallah memberikan keterangan," kata Rossa saat ditemui wartawan, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/4).

Rossa mengaku jika dalam pemeriksaan hari ini dirinya tak banyak menyiapkan hal khusus. Pelantun lagu 'Wanita' ini hanya menyiapkan mental nantinya ketika ditanya penyidik.

"Persiapannya cuma persiapan mental. Enggak ada sih mungkin ditanyain saja keterangan aku juga belum tahu keterangannya apa," ujarnya.

Dia lantas mengatakan jika hubungan dia dengan pihak DNA Pro kala itu, sekedar terkait pekerjaannya yang sebagai penyanyi diminta untuk mengisi suatu acara.

"Saya enggak punya kerja sama apa-apa, saya memang menyanyi untuk sebuah acara, karena saya juga enggak tau. Penyanyi cuma tahu tanggal sekian nyanyi dimana," ujarnya.

"Saya jarang tanya atau apa. Saya kurang paham waktu itu juga. Jadi saya diminta untuk menyanyi sama manajemen saya. karena ada kontrak jadi saya nyanyi," sambungnya.

Sebelumnya, Polisi terus mendalami kasus dugaan penipuan investasi robot trading DNA Pro lewat pemanggilan saksi dari kalangan publik figur. Pendalaman salah satunya dengan memeriksa penyanyi Rossa sebagai saksi hari ini.

"Rossa sudah konfirmasi nanti sore menghadiri pemeriksaan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Kamis (21/4).

Menurut Gatot, untuk Yosi Project Pop dan Billy Syahputra meminta penundaan pemeriksaan. Penyidik kemudian menjadwalkan ulang agenda pengambilan keterangan keduanya.

Gatot mengatakan, Yossi Project Pop meminta diperiksa pada Jumat (22/4) besok siang. Sedangkan Billy Saputra pada Kamis (28/4).

Dalam kasus ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading platform DNA Pro.

Adapun ke-12 tersangka itu yakni, AB, ZII, JG, ST, FR, FE, AS, DV, RK, RS, RU dan YS. Sementara itu, enam orang di antaranya masih dalam buronan atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polri menyatakan bahwa total kerugian korban dalam kasus investasi bodong robot trading platform DNA Pro mencapai Rp 97 miliar. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel