Rossi: Saya Selalu Berterima Kasih kepada Yamaha

Muhamad Fadli Ramadan
·Bacaan 2 menit

MotoGP 2020 tak meninggalkan kenangan manis bagi Rossi, meski ia meraih podium ke-199 di kelas premier di Grand Prix Andalusia.

Namun, sepanjang musim lalu, Rossi memiliki momen sulit saat memiliki masalah teknis, tiga insiden beruntun, dan puncaknya dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut, membuat peraih sembilan gelar di semua kelas itu harus puas mengakhiri musim di urutan ke-15 dan hanya mampu mengoleksi 66 poin.

Tetapi, Valentino Rossi masih melihat sisi positif dari musim lalu. Itu akan dijadikannya sebagai motivasi untuk menghadapi MotoGP 2021.

“Ada beberapa momen manis, termasuk balapan di Misano. Pada balapan pertama, saya memang dikalahkan Joan Mir, padahal saya hampir naik podium dan memiliki balapan bagus,” kata Rossi.

“Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia, naik podium 1-2, begitu juga dengan Luca Marini dan Marco Bezzecci di Moto2. Itu merupakan hari terindah bagi akademi.”

Baca Juga:

MotoGP 2020, Periode Paling Kelam Valentino Rossi Soal Cuti, Rossi Enggan Menghakimi Dovizioso Yamaha Anggap Rossi Sangat Penting untuk Pengembangan Motor 2021

Tahun lalu, menjadi perjalanan terakhir Rossi bersama tim pabrikan Yamaha. Mulai 2021, pria 41 tahun itu akan melanjutkan petualangannya di MotoGP bersama Petronas SRT.

Momen 15 tahun bersama Yamaha memberikan banyak kenangan manis bagi Rossi, termasuk menerima kembali dirinya pada 2013.

“Ada banyak momen indah. Misal, di awal kerja sama kami, ketika saya membawa tim ke Yamaha dan Jeremy Burges bekerja sama dengan Furusawa.” ucap Rossi.

“Tapi yang paling sering terlintas di benak saya adalah saat saya berbicara dengan Lin Jarvis dan dia memberi tahu saya bahwa mereka memberikan kesempatan lagi untuk kembali ke Yamaha pada akhir 2012.

“Saya akan selalu berterima kasih kepada Lin dan semua orang di Yamaha, karena saya berada di momen sulit pada saat itu. Saya mungkin akan pensiun jika tak kembali ke Yamaha.”

Selama dua musim bersama Ducati, Valentino Rossi hanya mampu meraih tiga podium. Ketika kembali mengendarai YZR-M1, The Doctor berhasil meraih kemenangan di Assen.

Namun, sejak 2013, Rossi selalu gagal meraih gelar juara dunia. Peluang terbesar didapatkannya pada 2015, tapi sayang, ia kalah dari rekan setimnya, Jorge Lorenzo, dengan jarak lima poin.