Roy Suryo Tidak Ditahan, Keluar dari Polda Metro dengan Penyangga Leher

Merdeka.com - Merdeka.com - Roy Suryo telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama di Polda Metro Jaya, Kamis (28/7). Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini tidak ditahan.

Seusai diperiksa selama hampir 10 jam, Roy Suryo keluar dengan penyangga leher medis berwarna biru. Mengenakan kemeja biru polkadot, dia tampak dikawal keluarga dan pengacaranya Pitra Romadhoni.

Roy berjalan dengan kedua telapak tangan disatukan di depan dada, layaknya orang yang meminta maaf, sambil menerobos sejumlah wartawan yang mengajukan pertanyaan.

"Maaf ya," ucap Roy sambil terus berjalan.

Pengacara Sebut Roy Butuh Istirahat

Pengacara Roy, Pitra Romadhoni mengatakan, kliennya butuh waktu untuk istirahat dari kondisi tubuh yang belum fit.

"Maaf ya, Pak Roy butuh istirahat. Mohon doanya," jelas Pitra

"Mohon maaf juga teman-teman yang sudah menunggu dari tadi. Kita juga akan hormati keputusan polisi," tambah Pitra.

Seketika Roy langsung masuk ke dalam mobil hitam. Ia tetap tidak banyak berucap.

Dianggap Lecehkan Umat Buddha

Roy dijadikan tersangka atas laporan dari Kurniawan Santoso karena dianggap telah melecehkan umat Buddha.

Atas kasus tersebut Roy Suryo disangka melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pemeriksaan Roy Suryo sempat ditunda dengan alasan sakit.

"Karena pemeriksaan terakhir yang dilakukan yang bersangkutan mengeluhkan adanya gangguan kesehatan, sehingga penyidik atas pertimbangan kemanusiaan tidak melanjutkan dan memberikan kesempatan kepada saudara Suryo untuk bisa berobat," ucap Zulpan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel