Rp 38 M untuk Suroboyo Bus di 2022, DPRD: Pelayanan Harus Meningkat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Anggota Komisi C DPRD Surabaya William Wirakusuma meminta Dinas Perhubungan Surabaya meningkatkan kualitas layanan Suroboyo Bus pada 2022.

"Kami meminta jalur feeder nanti difokuskan dulu pada satu atau dua jalur utama saja," katanya, Rabu (10/11/2021).

Menurut dia, dengan konsentrasi pada satu atau dua jalur, pelayanan akan benar-benar optimal sehingga meningkatkan minat warga dari transportasi pribadi untuk berpindah ke transportasi umum.

Ia mengusulkan layanan feeder nanti headway-nya maksimal 10 menit. Selain itu, Armada yang tersedia harus dikonsentrasikan untuk mendukung satu atau dua jalur utama yang paling ramai.

"Baru nanti kalau sudah berhasil kita bisa duplikasi ke rute-rute yang lain," katanya.

Wiliam mengatakan, pada 2022, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran jasa feeder Rp 38 miliar. Untuk itu, William mempertegas pentingnya memperhatikan kualitas layanan transportasi, kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, harga, inklusivitas, dan keselamatan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bentuk BLUD

Bus Suroboyo (Liputan6.com / Dian Kuniawan)
Bus Suroboyo (Liputan6.com / Dian Kuniawan)

"Selain armada, tahun depan Pemkot juga merencanakan pembangunan/perbaikan sarana pejalan kaki. Saya berharap anggaran ini dapat digunakan untuk perbaikan sarana first miles and last miles sehingga minat penggunaan transportasi benar-benar bisa di dongkrak," katanya.

Diketahui tahun ini Pemkot Surabaya telah melakukan beberapa terobosan perbaikan transportasi seperti pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), penyediaan pembayaran cashless, dan penambahan armada.

"Untuk itu, tahun depan layanan transportasi di Kota Surabaya harus lebih baik lagi," kata William.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel