Rp30 Juta Uang Penjaga SD yang Dimakan Rayap Tak Bisa Diganti, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Samin (53), penjaga SD Lodjiwetan, Kedunglumbu Solo gagal menyusun ulang seluruh uangnya yang rusak dimakan rayap. Dari sekitar Rp50 juta uang yang rusak, hanya Rp 20.220.000 saja yang memenuhi syarat untuk ditukar dengan uang baru di Bank Indonesia.

Meski kurang dari separuh yang diganti, Samin dan istrinya yang kembali mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Kamis (15/9) siang nampak bahagia. Ia bersyukur uang Rp20.220.000 yang rusak akhirnya bisa ditukar dengan uang yang baru.

Samin didampingi istrinya menyerahkan uang tersebut ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo. Kepala (KPwBI) Solo Nugroho Joko Prastowo menyambut langsung kedatangan keduanya. Kenang-kenangan berupa uang seri terbaru pun diserahkan untuk dipajang di rumahnya.

Samin yang telah menerima penggantian uang dari Bank Indonesia Solo mengaku senang. Meskipun dari sekitar Rp 50 juta uangnya yang rusak dapat penggantinya hanya Rp20.220.000.

"Alhamdulilah sudah dibantu oleh Bapak Ibu semua dari Bank Indonesia. Saya susah payah merangkai serpihan-serpihan uang saya yang rusak dan dan ternyata bisa ditukar dengan uang baru dan utuh. Saya bersyukur sekali," katanya.

Imbau Warga Menabung di Bank

Agar kejadian yang dialami tidak terulang, Samin mengajak masyarakat lainnya untuk menabung di tempat yang semestinya.

Senada, Kepala KPwBI Solo Nugroho Joko Prastowo meminta masyarakat bisa mengambil pelajaran yang terjadi pada Samin."Saya mengimbau masyarakat agar menyimpan uang tabungannya di bank," tandasnya.

Terkait uang yang rusak, pihaknya sudah mengidentifikasi sisa kertas uang yang dimakan rayap, sebelum diganti. Proses penyusunan sisa uang kertas yang rusak dimakan rayap milik Samin tersebut, dikatakan Joko, membutuhkan waktu 2 hari.

"Hari Selasa kemarin ada Rp9.910.000 yang langsung bisa kami identifikasi. Kemudian hari Rabu kemarin dilakukan rekonstruksi kembali, dan Alhamdulilah bisa menghasilkan dan memenuhi syarat yakni 2/3 dari luasan uang Rp10.310.000. Jadi total yang dapat kita ganti sebanyak Rp 20.220.000," terang Joko.

Sedangkan sisa uang yang rusak, lanjut Joko tidak bisa direkonstruksi karena kondisinya sudah rusak parah, sehingga pihaknya tidak bisa menggantinya. [yan]