RRI Diharapkan Miliki Direksi Milenial Agar Dilirik Anak Muda

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penjaringan calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonedia (LPP RRI) mendapatkan sorotan masyarakat.

Tidak hanya persoalan link pendaftaran yang tidak dapat diakses masyarakat saja, tetapi juga terkait syarat minimal usia 40 tahun.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai, Direksi RRI ke depan membutuhkan kehadiran sosok usia produktif tinggi atau disebut dengan istilah milenial, sehingga minimal dibatas usia 35 tahun.

"Kalau Direksi RRI lebih didominasi kolonial (tua) sudah terbayang masa depannya ya begini-begini saja. Tanpa generasi milenial diposisi Direksi, RRI akan sulit berkembang," ujar Trubus melalui keterangan tertulis, Kamis (11/11/2021).

Lebih jauh, Trubus mengungkapkan, perkembangan teknologi yang begitu pesat telah mendorong terjadinya digitalisasi pada semua aspek kehidupan, termasuk dunia kerja.

Sehingga, menurut dia, diperlukan kaum milenial yang mempunyai fleksibilitas untuk memberikan banyak ide yang inovatif ke depannya agar seluruh siaran RRI dapat dinikmati oleh anak muda.

"Selain unggul dari sisi produktif sesuai perkembangan zaman, kepemimpinan generasi milenial profesional juga akan lebih efektif merubah kebiasaan buruk birokrasi, karena memiliki keberanian dan sisi independen yang terukur," jelas Trubus.

Pembukaan Pendaftaran Calon Direksi LPP RRI Sudah Dibuka

Acara talkshow dan diskusi Diplomatic Forum: Global Community Cooperation in Facing Epidemic di Gedung RRI, Rabu, (19/2/2020). (Foto: Liputan6.com)
Acara talkshow dan diskusi Diplomatic Forum: Global Community Cooperation in Facing Epidemic di Gedung RRI, Rabu, (19/2/2020). (Foto: Liputan6.com)

Sebelumnya, tim seleksi Dewan Direksi Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) membuka seleksi Dewan Direksi LPP RRI Periode 2021-2026.

"Kami mengundang warga negara Indonesia yang memiliki integritas, visioner, komitmen tinggi, dan profesional untuk menjadi pemimpin sebagai Dewan Direksi LPP RRI Periode 2021-2026," tulis keputusan pengumuman seleksi bernomor : 01/TIMSELDIREKSI-RRI/11/2021 yang terbit, Rabu 3 November 2021.

Dalam pengumuman tersebut, terdapat enam posisi yang tersedia yakni Direktur Utama, Direktur Program dan Produksi (PP), Direktur Teknologi dan Media Baru (TMB), Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU), Direktur Keuangan (khusus PNS, pangkat terendah IV/b), dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum (khusus PNS, pangkat terendah IV/b).

Untuk syarat dan ketentuan pendaftaran diakses melalui https://rri.co.id/pengumuman_seleksi_dewan_direksi_2021-2026_.pdf dan dapat didengarkan melalui RRI Pro 1, Pro 2, Pro 3 dan Pro 4.

Namun, Mantan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Freddy Ndolu mengingatkan Dewas RRI saat ini untuk bersikap independen dan tidak bermain dalam penjaringan calon Direksi RRI.

"Dulu kita di Dewas berantem, bahkan dulu tegang dukung mendukung Dewas kepada orang tertentu, itu pelanggaran berat," ujar Freddy melalui keterangan tertulis, Rabu 10 November 2021.

Ia menegaskan, seharusnya Dewas LPP RRI menjaga etika dan kehormatan karena memilih Direksi LPP RRI berbeda jauh dengan memilih direksi di media swasta.

"Proses penjaringan calon Direksi RRI menjadi sorotan di sisa beberapa hari pendaftaran calon ditutup," ucap Freddy.

Pasalnya, lanjut dia, tautan pendaftaran calon Direksi RRI yang dipublikasikan di portal rri.co.id tak mudah diakses.

"Dugaan adanya permainan Dewas juga berdasar pada perubahan batas usia pendaftar calon direksi, dari batas terendah 30 tahun menjadi 40 tahun," terang Freddy.

Terkait perubahan batas usia calon direksi tersebut, Freddy menuturkan hal tersebut juga pernah terjadi di masa lampau.

"Dulu juga pernah, bikin pengumuman kaya umur, waktu zamannya Pardi Hardi. Itu kan dulu batasnya 56 tahun lalu naik ke 58, kaya gitu batas atas. Itu di tengah jalan sesudah iklan dulu," terang Freddy.

"Dewas sekarang ini ditantang untuk mandiri, membuat RRI lebih baik dari Dewas sebelumnya," tegas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel