RS Bisa Isi Ulang Oksigen Usai Khofifah Datangi Semator

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mendatangi Samator, produsen oksigen, yang berada di Jalan Raya Bambe Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Kamis sore, 8 Juli 2021.

Kunjungannya untuk memastikan ketersediaan sekaligus mempercepat distribusi oksigen ke berbagai rumah sakit rujukan yang menangani pasien COVID-19.

"Kali ini saya memang datang ke Samator, salah satu produsen oksigen terbesar di Indonesia. Saya ingin memastikan bahwa proses distribusi oksigen yang diproduksi oleh Samator ini bisa dipastikan bisa diterima oleh masing-masing rumah sakit penerima dengan waktu yang sudah dikomunikasikan," katanya kepada wartawan.

Baca juga: Polri Catat 332 Pelanggaran Selama PPKM Darurat, Ini Daftarnya

Langkah itu dilakukan, mengingat tingkat kebutuhan rumah sakit - rumah sakit rujukan pada oksigen meningkat secara signifikan. Hal itu dipengaruhi oleh melonjaknya jumlah pasien COVID-19 yang ditangani. Belum lagi pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri yang juga tak sedikit yang membutuhkan oksigen.

Khofifah mengungkapkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan pihak Samator, distribusi oksigen kurang maksimal karena terbatasnya armada dan tim yang dimiliki oleh pihak Samator. Sebagai solusi, pihak rumah sakit bisa proaktif dengan membawa tabung sendiri dan mengisi ulang oksigen secara langsung di Samator.

"Nanti kita komunikasikan LO dari masing-masing rumah sakit dan pemprov siap untuk bisa memediasi dari kebutuhan-kebutuhan oksigen di rumah sakit untuk kita dapatkan akses refill (isi ulang) di Samator ini. Itu bisa mempercepat proses distribusi yang bisa dimanfaatkan oleh masing-masing rumah sakit," ujar Khofifah.

Ia memastikan bahwa sampai saat ini stok oksigen medis untuk Jawa Timur masih aman. Cuma masalahnya itu tadi, teknis distribusi yang kurang memadai sehingga ketersediaan oksigen di rumah sakit-rumah sakit rujukan agak terlambat.

"Ini akan bisa membantu percepatan dari proses pengadaan oksigen yang dibutuhkan oleh pasien masing-masing rumah sakit," tandasnya.

Sebetulnya, lanjut Ketua Umum Muslimat NU itu, pemprov berharap akses juga bisa didapatkan oleh perseorangan yang membutuhkan oksigen bagi pasien COVID-19 yang isolasi mandiri. Sebab, banyak kasus pasien isolasi mandiri meninggal dunia saat kondisi berat dan perjalanan menuju rumah sakit. Hal itu terjadi karena tidak adanya oksigen.

Namun, kata Khofifah, ada kendala di sisi teknis karena tidak semua jenis tabung bisa diisi ulang oksigen. Dia menyontohkan tabung oksigen ukuran kecil yang biasa dipakai secara umum.

"Tabung oksigen yang kecil itu ternyata tidak bisa refill (tidak bisa diisi ulang)," ujar Khofifah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel