RS Ini Bantu 100 Kelahiran Bayi Sehat dari Para Ibu Positif Corona

Ezra Sihite, BBC Indonesia

 

Para dokter mengenakan alat pelindung di ruang bersalin.

 

Lebih dari 100 bayi sehat telah lahir dari sejumlah ibu yang terinfeksi virus corona di sebuah rumah sakit di kota Mumbai, India.

Tiga dari 115 bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi di Rumah Sakit Umum Kota Lokmanya Tilak dalam sebulan terakhir awalnya dinyatakan positif Covid-19, tapi beberapa tes berikutnya menunjukkan negatif, kata dokter, seperti dilaporkan wartawan BBC di India, Soutik Biswas.

Dua perempuan hamil lain yang terinfeksi meninggal di rumah sakit, termasuk satu yang meninggal sebelum bayinya lahir.

Dengan hampir 20.000 infeksi yang dilaporkan dan lebih dari 730 kematian sejauh ini, Mumbai, ibu kota finansial dan hiburan India, telah menjadi episentrum Covid-19.

 

 

Lebih dari separuh bayi yang lahir dari wanita yang terinfeksi di rumah sakit – juga disebut Rumah Sakit Sion – dilahirkan melalui operasi sesar, sedangkan sisanya melalui kelahiran alami, kata pejabat kesehatan.

Lima puluh enam dari mereka adalah laki-laki, sedangkan 59 adalah perempuan.

Dua puluh dua dari ibu yang terinfeksi ini merupakan pasien rujukan rumah sakit lain: tidak jelas apakah mayoritas wanita ini tertular infeksi itu di rumah, di luar rumah, atau di bangsal rumah sakit.

Sebuah tim yang terdiri dari 65 dokter dan dua lusin perawat merawat para ibu yang terinfeksi Covid ini di bangsal khusus dengan 40 tempat tidur.

Dengan lonjakan infeksi, rumah sakit berencana menambah 34 tempat tidur lagi untuk pasien hamil yang terinfeksi.

Persalinan terjadi di atas setengah lusin meja di tiga ruang operasi tempat dokter, dan perawat serta ahli anestesi semuanya mengenakan alat pelindung diri.

"Kami beruntung bahwa sebagian besar wanita yang dinyatakan positif tidak menunjukkan gejala sama sekali. Beberapa dari mereka mengalami demam dan sesak napas. Kami telah merawat mereka dan mengirim mereka pulang setelah melahirkan," kata dr. Arun Nayak, kepala divisi ginekologi di rumah sakit itu.

 

Para dokter di rumah sakit telah melahirkan lebih dari 100 bayi dari ibu yang terinfeksi virus corona.

 

"Ada banyak kecemasan di antara para ibu. Mereka terus mengatakan kepada kami bahwa mereka mungkin mati tapi kita harus memastikan bahwa anaknya sehat."

Setelah melahirkan, para ibu tetap di bangsal khusus untuk pasien Covid-19 selama seminggu dan diberikan hidroksikloroquin. Setelah itu mereka dikarantina hingga 10 hari di pusat terpisah. Bayi-bayi itu tidak diisolasi, dan disusui oleh para ibu yang mengenakan masker.

Pada bulan Februari, seorang bayi baru lahir di China didiagnosis dengan virus corona hanya 30 jam setelah persalinan di Wuhan, episentrum virus tersebut.

Dan pada bulan Maret, seorang bayi yang dites positif Covid-19 meninggal di Chicago — temuan pertama kematian anak berusia kurang dari setahun yang terinfeksi virus di AS.

Seorang bayi berusia enam minggu dilaporkan meninggal karena komplikasi terkait Covid-19 di Connecticut. Dan awal bulan ini, bayi berusia tiga hari meninggal setelah ibunya dinyatakan positif terkena virus di Wales.

Penularan virus dari ibu ke anak – di dalam rahim atau pada saat persalinan, sebelum kontak bayi dengan sekresi pernapasan ibu – jarang terjadi, kata dr. Adam Ratner, direktur penyakit menular anak di New York University School of Medicine dan Rumah Sakit Anak Hassenfeld di NYU Langone Health.

Ini tentu saja, dengan satu catatan, katanya, bahwa "ini adalah situasi yang berubah dengan cepat dan data baru mungkin muncul".

Dr Ratner mengatakan ada beberapa data yang muncul yang menunjukkan bahwa virus corona dapat dideteksi dalam jaringan plasenta.

Ada juga laporan tentang bayi yang meninggal dalam janin pada wanita hamil dengan infeksi akut, ujarnya, "tapi itu mungkin karena alasan lain selain infeksi langsung pada janin".

 

Rumah sakit menyediakan bangsal khusus bagi ibu yang terinfeksi Covid-19.

 

Dr. Ratner mengatakan ada juga laporan "respons antibodi" pada bayi baru lahir yang bisa "konsisten dengan infeksi di dalam rahim atau saat melahirkan".

Itu berarti bayi itu bisa terinfeksi di dalam rahim.

"Sangat penting untuk terus menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini dan mengamati bayi yang lahir dari ibu dengan Covid-19, bahkan jika mereka tidak terinfeksi dalam rahim," kata dr. Ratner.

Dr. Ratner mengatakan ia telah membantu merawat sejumlah bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi di rumah sakitnya.

"Kami telah mengizinkan pemberian ASI dan kami berusaha membuat pengaturan untuk mencegah bayi tertular virus pada awal kehidupannya.

"Anak-anak sangat muda dengan infeksi pada umumnya saya lihat bisa sembuh dengan baik," ujarnya.

Di rumah sakit Mumbai, jumlah bayi yang lahir dari ibu positif Covid-19 adalah sedikit lebih dari 20?ri total bayi yang lahir pada periode yang sama.

"Kami merasa sangat sedih ketika seorang ibu berusia 28 tahun yang terinfeksi meninggal pekan lalu setelah melahirkan anak laki-laki yang sehat. Livernya berhenti dan kondisinya memburuk dengan cepat," kata dr. Nayak kepada saya.

"Ia menyadari betapa tidak berdayanya kita selama perawatan. Ia terus bertanya, tanpa daya, `Adakah yang bisa dilakukan?`"