RS Mengeluh Pasokan Oksigen Tersendat, Ganjar Pastikan Stoknya Aman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan oksigen saat ini, seiring meningkatnya kasus COVID-19. Salah satunya di Rumah Sakit Ken Saras Bergas Kabupaten Semarang.

Direktur Umum RS Ken Saras, Ajeg Tarius mengatakan, pihaknya kesulitan mendapatkan oksigen dan pihak distributor yang sudah bekerja sama dengan rumah sakit sulit dihubungi. Dr Ajeg menyebut distributor oksigennya bernama Surya Medika.

"Memang kalau lewat prosedural lama. Kami juga tidak tahu kenapa seperti ini, karena masalahnya bukan pada pihak kita," kata dr. Ajeg kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang mengecek sebuah depo oksigen di Kabupaten Semarang, Selasa, 22 Juni 2021.

"Sekarang telepon distributornya, tanya kenapa tidak bisa. Ini stoknya ada kok. Sekarang telepon," ujar Ganjar.

Dr Ajeg pun menelepon pihak Surya Medika yang biasa menyediakan oksigen di rumah sakitnya. Namun telepon itu tidak diangkat.

Ganjar yang sedang bersama GM PT Samator Jateng yang memproduksi oksigen, menanyakan apakah bisa rumah sakit mengambil langsung oksigen ke PT Samator tanpa melalui agen distributor.

"Bisa pak, silakan langsung ke Kaliwungu Kendal untuk mengambil di sana," kata Julianto, general manager PT. Samator.

Ganjar meminta Ajeg dari pihak rumah sakit untuk langsung mengambil oksigen ke PT Samator di Kendal tanpa lewat distributor karena kondisi darurat. Ia juga menginstruksikan Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto untuk mengecek distributor oksigen Surya Medika terkait keseriusannya dalam penyediaan oksigen.

Ganjar meminta pengelola rumah sakit agar tidak panik terkait isu kekurangan oksigen. Karena hasil pengecekan yang ia lakukan di lapangan, stok oksigen aman dan siap didistribusikan. Ia meminta seluruh rumah sakit rujukan di Jateng menghitung kebutuhan oksigen, proyeksikan kebutuhannya dan langsung melaporkan kepada Dinas Kesehatan.

"Rumah sakit itu kan sudah punya hubungan sendiri, kontrak sendiri. Tolong kontraknya diperbaiki, kalau kapasitasnya kurang ya ditambah. Saya minta rumah sakit jangan hanya menunggu, harus inisiatif. Kalau transporternya kurang, ya ambil sendiri," ujarnya.

Sementara itu, dari pihak PT Samator siap mencukupi kebutuhan oksigen di Jawa Tengah. Meski memang ada peningkatan, namun pihak Samator sudah mengambil tambahan suplai dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Ini hanya butuh komunikasi saja, bahwa ada peningkatan iya, tapi sekarang bagaimana agar pengiriman bisa tepat waktu, kan butuh order, butuh kejelasan kapasitas, butuh transportasinya. Jadi ini yang saya minta diatasi," katanya.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/ Semarang, Jateng)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel