RS Rujukan Penuh, Puskesmas di Sidoarjo Kini Jadi Tempat Isolasi Covid-19

·Bacaan 1 menit
Aktivitas tenaga kesehatan saat menerima pasien OTG COVID-19 di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta, Senin (21/6/2021). Koordinator Lapangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol Arifin mengungkapkan sebanyak 33 pasien OTG dari Jakarta Utara diisolasi di Rusun Nagrak. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Sidoarjo - Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menggunakan puskesmas sebagai tempat isolasi dan penanganan bagi pasien positif COVID-19 menyusul jumlah Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada di rumah sakit rujukan COVID-19 di kabupaten setempat mencapai 99 persen.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo, Athoillah menjelaskan salah satu puskesmas yang digunakan adalah Puskesmas Sedati, Sidoarjo.

"Di Puskesmas Sedati ada tambahan bed sampai dengan 50 bed yang busa digunakan untuk menampung pasien COVID-19," katanya di Sidoarjo, Selasa, 29 Juni 2021, dilansir dari Antara.

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Sidoarjo Atok Irawan mengatakan pihaknya telah mendirikan tenda untuk mempermudah penanganan pasien.

"Tapi tenda yang sebelumnya digunakan sebagai ruang tunggu tersebut digunakan untuk pasien nonCOVID-19," katanya.

Antre Masuk

Ia mengaku, sampai dengan hari ini sebanyak 44 orang pasien positif COVID-19 harus menunggu untuk mendapatkan jatah tempat tidur di dalam.

"Bed sudah penuh, masyarakat diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan mereka saat ini. Termasuk juga menghindari kerumunan saat berada di tempat umum," katanya.

Sampai dengan saat ini, jumlah pasien COVID-19 di Sidoarjo yang positif sebanyak 11.662 orang, kemudian yang sembuh sebanyak 10.970 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 636 orang.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel