RSCM Bantah Ada Peningkatan Pasien COVID-19, Dirut: Kasus Sudah Sangat Turun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta mengklarifikasi berita yang tengah beredar di media sosial terkait peningkatan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit yang terletak di Jakarta Pusat itu. Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti mengatakan tidak benar ada kenaikan jumlah pasien yang dirawat di RSCM.

"Saat ini beredar secara viral berita RSCM menyatakan angka COVID-19 sedang naik. Berita itu tidak benar karena tidak dikeluarkan oleh menejemen RSCM," terang Lies lewat pesan video, ditulis Kamis, 21 Oktober 2021.

Lies menegaskan bahwa kasus COVID-19 sudah turun sejak September. Termasuk jumlah pasien yang dirawat di RSCM karena COVID-19 turun drastis.

"Yang sebenarnya adalah sejak September dan Oktober, kasus sudah sangat turun dan melandai."

Lies menjelaskan kondisi RSCM dari September hingga saat ini jumlah pasien yang terduga COVID-19 ada sekitar 2 - 10 orang setiap harinya. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, yang positif COVID-19 hanya 0 sampai 4 pasien.

"Angka perawatan kami per hari ini tidak lebih dari 10 orang," terangnya.

Lewat angka tersebut, Lies mengatakan bahwa kasus COVID-19 memang tengah rendah di DKI Jakarta.

"Angka-angka ini mencerminkan betul data dari pemerintah pusat itu benar bahwa DKI zona hijau (COVID-19)."

Ruangan COVID-19 Kembali untuk Perawatan Non-COVID-19

Melihat jumlah pasien COVID-19 yang sedikit, ruangan yang sebelumnya untuk pasien Corona itu kini dialihkan untuk pasien non-COVID-19. Sementara itu, tenaga kesehatan pun sebagian sudah kembali merawat pasien non COVID-19.

Jika suatu hari ada kenaikan kasus, Lies, berjanji bahwa RSCM tetap siap melayani. "Kami dari RSCM siap bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan meskipun tidak kita harapkan."

Meski kasus sudah turun Lies mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan agar tetap rendah dan terkendali.

Sebelumnya, diberitakan bahwa salah satu staf medis RSCM mengatakan agar masyarakat tetap waspada terhadap lonjakan kasus COVID-19. Dalam sebuah webinar tanggal 17 Oktober disebutkan bahwa kasus COVID-19 di wilayah Jakarta mulai bermunculan kembali.

Di tempat praktik staf medis tersebut sudah mulai berdatangan kasus COVID-19 yang baru. Sehingga staf medis tersebut meminta agar masyarakat tetap waspada.

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19.

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel