RSCM luncurkan aplikasi SmartRSCM guna mudahkan layanan kesehatan

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) meluncurkan aplikasi SmartRSCM guna memudahkan masyarakat dan pasien dalam mendapatkan layanan kesehatan di tengah pandemi.

"Kami mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk kita berjalan secara berkesinambungan dan memberikan dampak yang luas kepada masyarakat," ujar Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti dalam sambutan peluncuran SmartRSCM di Jakarta, Jumat.

Melalui layanan SmartRSCM, ia mengemukakan pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara virtual di manapun dan kapanpun.

"Telekonsultasi juga mencakup berbagai macam layanan lainnya seperti reservasi layanan, tebus obat, reservasi laboratorium dan pembayaran," tuturnya.

Ia mengatakan aplikasi tersebut didesain untuk memudahkan pasien berkonsultasi dengan dokter di bidangnya masing-masing.

Baca juga: RSCM: Pola makan anak kunci penting hindari hepatitis akut

Selain dapat berkonsultasi via video call, ia menyampaikan, keunggulan dari aplikasi SmartRSCM adalah seluruh konsultasi masuk ke rekam medik pasien sehingga dapat terpantau oleh dokter dengan baik dan akuntabel sesuai standar internasional.

Disampaikan, RSCM bekerja sama dengan Admedika (anak usaha Telkom), Kimia Farma, dan Prodia dalam layanan kesehatan berbasis digital itu.

"Kemitraan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pasien untuk memperoleh berbagai layanan lainnya mulai dari pendaftaran, pembayaran, pembayaran dengan asuransi, reservasi tes laborarotirum, hingga tebus obat melalui aplikasi SmartRSCM ini," tuturnya.

Lies juga mengatakan bahwa SmartRSCM diminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (​​​​​​Kemenparekaf untuk menjadi official partner bagi G20 untuk bidang health care.

Baca juga: RSCM jadi pengampu prosedur transplantasi hati

"Nanti pada setiap event internasional, dokter-dokter vertikal akan menjadi dokter-dokter yang melayani para delegasi secara telekonsultasi. Mereka ke Indonesia akan aman karena ada dokter-dokter yang akan tersedia bisa berbahasa asing," tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengapresiasi RSCM yang telah melakukan transformasi di dalam layanan sistem kesehatan yang lebih baru dan lebih aktual.

Ia mengatakan, sudah lebih dari dua tahun Indonesia masuk dalam pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

"Mudah-mudahan SmartRSCM bisa memberikan kontribusi bagi pelayanan masyarakat," ujarnya.

Di samping itu, lanjut dia, SmartRSCM juga diharapkan dapat menjangkau pasien lebih banyak lagi dengan pelayanan RSCM.

Baca juga: RSCM sebut tata laksana transplantasi hepatitis akut sangat rumit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel